Rob Ancam Pesisir Lampung, Ini Wilayah yang Perlu Waspada

BMKG Maritim Lampung merilis peringatan ini untuk beberapa wilayah.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 05 Oktober 2026, 11:38 WIB
Ilustrasi banjir rob. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat di sejumlah wilayah pesisir Provinsi Lampung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau rob yang diprakirakan terjadi pada 12-15 Oktober 2026.

Prakirawan BMKG Maritim Lampung, Eka Suci mengatakan, potensi rob tersebut dipengaruhi fenomena fase Bulan Baru yang terjadi pada 10 Oktober 2026.

Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum sehingga dapat memicu banjir pesisir di sejumlah wilayah Lampung.

"Ya, dengan adanya kondisi ini berpotensi berdampak terhadap aktivitas masyarakat di kawasan pesisir Lampung," ujar Eka saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026).

"Kondisi tersebut dapat memicu potensi rob di sejumlah wilayah," sambungnya.

Eka mengatakan, masyarakat di wilayah pesisir yang berhadapan langsung dengan laut perlu mengantisipasi potensi kenaikan muka air laut tersebut.

Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir Bandar Lampung, Tanggamus, Lampung Selatan, Pesawaran, pesisir timur Lampung, hingga Pesisir Barat.

Menurut Eka, potensi banjir pesisir dapat berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat yang berada di sekitar kawasan pantai dan pelabuhan, antara lain, dapat dirasakan pada aktivitas bongkar muat di pelabuhan, permukiman warga di kawasan pesisir, hingga kegiatan tambak garam dan perikanan darat.

"Karena itu, masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan selama periode potensi rob tersebut," pintanya.

 

Terus Memantau

Eka mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim dan kondisi pasang maksimum air laut yang dikeluarkan BMKG.

Kewaspadaan terutama perlu ditingkatkan oleh masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir dan pelabuhan selama periode 12-15 Oktober 2026.

"Untuk masyarakat di wilayah pesisir diimbau selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut serta memperhatikan pembaruan informasi dari BMKG," imbuh Eka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya