Mulai Menabung hingga Transaksi Digital, Begini Cara BNI Kenalkan Literasi Finansial pada Anak

BNI menghadirkan wondrZ untuk membantu anak belajar menabung dan bertransaksi digital dengan pendampingan serta kendali orang tua.

oleh nofie tessarDiterbitkan 05 Oktober 2026, 10:27 WIB
Ilustrasi anak menabung sejak dini. (c) thekaikoroez/Depositphotos

Liputan6.com, Jakarta - Mengajarkan anak tentang uang tak harus menunggu mereka memiliki penghasilan sendiri. Kebiasaan sederhana seperti menyisihkan uang hadiah, memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, hingga belajar mengatur pengeluaran bisa menjadi langkah awal mengenalkan literasi finansial sejak dini.

Tantangannya, kehidupan anak dan remaja saat ini semakin dekat dengan transaksi digital. Membayar dengan QRIS, melakukan transfer, hingga menggunakan e-wallet perlahan menjadi bagian dari keseharian.

Kondisi ini membuat pendampingan orang tua ikut berkembang. Anak perlu diberi ruang untuk belajar mengelola uang sendiri, tetapi orang tua tetap butuh terlibat agar proses tersebut berlangsung secara bertahap.

Menjawab kebutuhan itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan wondrZ, produk simpanan berbentuk tabungan untuk nasabah berusia di bawah 17 tahun.

wondrZ merupakan pengembangan dari BNI Taplus Anak dengan peningkatan kapabilitas transaksi digital melalui wondr by BNI. Anak berusia minimal 12 tahun dapat menggunakan wondr by BNI di ponselnya sendiri, sementara rekening tetap terhubung dengan akun wondr by BNI milik orang tua.

Belajar Mengatur Uang, Orang Tua Tetap Bisa Mendampingi

Ilustrasi wondrZ.

Konsep wondrZ pada dasarnya membagi pengalaman finansial dari dua sudut pandang, yakni anak dan orang tua. Bagi anak, rekening tersebut dapat menjadi sarana untuk mulai mengenal bagaimana uang disimpan dan digunakan. Untuk usia 0-11 tahun, orang tua bisa mulai mempersiapkan tabungan pertama anak dari uang yang disisihkan, seperti THR maupun hadiah ulang tahun.

Anak pada kelompok usia ini juga dapat diberikan kartu debit ketika orang tua menilai mereka sudah siap dan dapat dipercaya untuk mulai belajar bertransaksi sendiri sambil tetap memantau transaksi anak di wondr orang tua.

Memasuki usia 12 hingga di bawah 17 tahun, ruang eksplorasi finansial menjadi lebih luas. Anak sudah dapat melakukan registrasi wondr pada ponselnya sendiri. Fitur yang tersedia mencakup QRIS, Lifestyle, transfer, e-wallet, aktivasi biometric login, mutasi rekening dan detail kartu debit, hingga asisten keuangan melalui fitur Insight. Anak dapat bertransaksi untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan demikian, proses belajar finansial tidak berhenti pada konsep "punya tabungan", tetapi berkembang menjadi pengalaman mengelola uang dalam aktivitas sehari-hari.

Anak Belajar Mandiri, Kendali Tetap di Tangan Orang Tua

Ilustrasi wondrZ.

Memberikan akses transaksi digital kepada anak tentu bisa memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi orang tua. Karena itu, wondrZ dirancang dengan mekanisme pendampingan.

Orang tua dapat membuka Tabungan wondrZ untuk anak melalui wondr, dan rekening anak akan otomatis terhubung dengan rekening orang tua.

Ketika anak melakukan transaksi, orang tua juga memperoleh notifikasi transaksi secara real-time melalui email. Kontrol lainnya memungkinkan orang tua melakukan blokir maupun membuka kembali blokir akun wondr anak.

Pendekatan ini juga membuat pembelajaran finansial lebih konkret. Orang tua dan anak dapat mendiskusikan langsung ke mana uang digunakan, berapa yang sebaiknya disimpan, hingga bagaimana menentukan prioritas pengeluaran.

Mau Buka Tabungan Anak? Cukup Siapkan KIA atau KK

Ilustrasi pembukaan rekening wondrZ.

Proses pembukaan rekening wondrZ juga dibuat ringkas orang tua hanya perlu menyiapkan salah satu dari Kartu Identitas Anak (KIA) atau Kartu Keluarga (KK) sebagai dokumen persyaratan pembukaan tabungan yang dapat berupa dokumen fisik/digital untuk diunggah langsung melalui wondr. Selanjutnya, data diri anak perlu dilengkapi dengan benar.

Setelah anak mencapai usia 12 tahun, perjalanan belajar finansial dapat dilanjutkan melalui wondr. Anak mulai mendapat kesempatan mengelola transaksi dengan ruang yang lebih luas, tetapi tetap berada dalam pendampingan orang tua.

Skema tersebut membuat literasi keuangan dapat diperkenalkan secara bertahap sesuai fase pertumbuhan anak, alih-alih memberikan seluruh akses finansial sekaligus.

Bisa Transaksi Pakai Kartu Debit hingga QRIS

Salah satu aspek yang membuat pengalaman belajar finansial terasa lebih dekat dengan keseharian adalah tersedianya pilihan transaksi. Kartu debit wondrZ dapat dimiliki oleh seluruh anak sejak usia 0 hingga 17 tahun. Sementara anak berusia minimal 12 tahun bisa memiliki aplikasi wondr by BNI di handphone mereka sendiri untuk bertransaksi digital sehari-hari.

Fitur transaksi di wondr anak meliputi QRIS, transfer, e-wallet, dan Lifestyle untuk pembelian tiket Futsal Series. Anak juga dapat melihat mutasi rekening dan detail kartu debit serta mengganti PIN atau password.

Selain itu, tersedia asisten keuangan pada fitur Insight yang dapat digunakan sebagai bagian dari proses belajar mengatur keuangan.

Bagi orang tua, kombinasi fitur tersebut bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk mulai membicarakan kebiasaan finansial secara lebih terbuka. Misalnya, mengajak anak menentukan berapa bagian uang yang ingin ditabung dan berapa yang dapat digunakan untuk kebutuhan atau keinginan.

Setoran Awal Rp100 Ribu, Tanpa Minimum Saldo

Dari sisi biaya, pembukaan wondrZ membutuhkan setoran awal Rp100.000. BNI tidak mengenakan biaya pengelolaan rekening dan biaya administrasi kartu. Rekening juga tidak memiliki ketentuan minimum saldo.

Sementara itu, biaya penutupan rekening sebesar Rp10.000, sedangkan penggantian kartu dikenakan biaya Rp25.000. wondrZ juga menawarkan tingkat suku bunga berdasarkan saldo. Untuk saldo di bawah Rp100 ribu, suku bunga tercatat 0,00 persen. Saldo mulai Rp100 ribu sampai dengan Rp10 juta memperoleh bunga 0,25 persen.

Kemudian, saldo lebih dari Rp10 juta sampai di bawah Rp50 juta mendapat bunga 0,50 persen, saldo lebih dari Rp50 juta sampai di bawah Rp100 juta sebesar 0,75 persen, dan saldo lebih dari Rp100 juta memperoleh bunga 1,00 persen.

Literasi Finansial Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sederhana

Ilustrasi wondrZ.

Mengajarkan literasi finansial kepada anak pada akhirnya bukan sekadar meminta mereka rajin menabung. Hal yang tak kalah penting adalah memberikan pengalaman agar anak memahami bagaimana uang diperoleh, disimpan, dan digunakan secara bertanggung jawab.

Untuk anak yang masih kecil, prosesnya bisa dimulai dengan memisahkan tabungan dari uang THR atau hadiah ulang tahun. Ketika memasuki usia remaja, tanggung jawab tersebut dapat ditingkatkan dengan memberi kesempatan mengelola kebutuhan hariannya sendiri.

Di sinilah keseimbangan antara kepercayaan dan pengawasan menjadi penting. Anak mendapat ruang untuk belajar mengambil keputusan, sedangkan orang tua tetap bisa mendampingi dan memonitor transaksi secara real-time.

Melalui wondrZ, BNI mencoba membawa konsep tersebut ke dalam pengalaman perbankan digital yang mengikuti fase tumbuh anak, mulai dari tabungan pertama hingga saat mereka mulai mengeksplorasi transaksi sendiri.

Sebab, kebiasaan finansial yang baik tidak harus dimulai ketika anak sudah dewasa. Langkah pertamanya justru bisa dibangun dari pengalaman sederhana: belajar menabung, memahami pengeluaran, dan perlahan bertanggung jawab terhadap uang yang mereka miliki.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya