Liputan6.com, Washington, DC - Seorang insinyur kelistrikan Departemen Energi Amerika Serikat (AS) ditangkap karena diduga membantu kelompok Houthi di Yaman dengan membeli bahan untuk membuat bahan peledak dan drone rakitan serta melakukan perjalanan ke Yaman, media lokal AS melaporkan pada Jumat.
Dikutip dari Anadolu, Minggu (4/10/2026), Ashton Hamed Ellaboudy, 51, warga Richland, Washington, ditangkap pada Kamis dan dijadwalkan menjalani sidang perdana pada Jumat, menurut CBS News yang mengutip Departemen Kehakiman AS.
Advertisement
Ellaboudy diduga berupaya membantu Houthi meningkatkan kemampuan komunikasi mereka. FBI menyebut Ellaboudy melakukan perjalanan ke Yaman pada September tahun lalu, menurut laporan CBS News.
Departemen Kehakiman AS mengatakan Ellaboudy menggunakan paspor yang diterbitkan ketika dirinya bekerja di Korps Zeni Angkatan Darat AS untuk melakukan perjalanan ke Oman, negara yang berbatasan dengan Yaman.
Ellaboudy didakwa berdasarkan undang-undang AS yang mengkriminalisasi pemberian dukungan material kepada organisasi yang ditetapkan sebagai organisasi teroris asing. Status tersebut berlaku terhadap Houthi.
Jika dinyatakan bersalah, Ellaboudy terancam hukuman penjara hingga 20 tahun, menurut Departemen Kehakiman AS.
Yaman telah dilanda konflik sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014. Kondisi tersebut mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.