Prancis vs Italia Berakhir 1-1, Rabiot Kagumi Gianluigi Donnarumma

Prancis ditahan Italia 1-1 di Stade de France. Adrien Rabiot memuji penyelamatan Gianluigi Donnarumma. Les Bleus menutup laga dengan 10 pemain.

oleh Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 03 Oktober 2026, 08:22 WIB
Kiper Italia Gianluigi Donnarumma beraksi saat sesi Latihan publik tim nasional sepak bola Italia di Iserlohn, Jerman, Selasa, 11 Juni 2024. (Bernd Thissen/dpa via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Adrien Rabiot menyoroti aksi Gianluigi Donnarumma usai Prancis bermain imbang 1-1 melawan Italia pada UEFA Nations League, Sabtu (3/10/2026) dini hari WIB. Dikutip dari Football Italia, gelandang Les Bleus itu menyebut kiper Gli Azzurri tampil menentukan di Stade de France.

Italia justru menciptakan sejumlah peluang terbaik pada babak pertama. Namun, Prancis membuka keunggulan melalui tendangan bebas Michael Olise yang membentur bagian bawah mistar sebelum melewati garis gawang.

Alessandro Bastoni kemudian menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan kesalahan Lucas Da Cunha. Pertandingan tetap sengit hingga akhir, terlebih setelah Dayot Upamecano menerima kartu merah yang membuat tuan rumah menutup laga dengan 10 pemain.


Rabiot Puji Aksi Penyelamatan Donnarumma

Rabiot menilai Italia tampil sangat baik dan mampu memberi perlawanan serius di Paris. Ia bahkan mengakui Prancis beruntung karena Gianluigi Donnarumma berulang kali mematahkan peluang berbahaya.

"Italia bermain sangat baik, kami mendominasi pada beberapa momen dan seharusnya menang jika bukan karena Gigio yang luar biasa. Dia melakukan tiga atau empat penyelamatan yang luar biasa," ujar Rabiot kepada Sky Sport Italia.

Gelandang yang kini membela AC Milan itu juga mengapresiasi mentalitas Gli Azzurri, terutama mengingat mereka sebelumnya menelan kekalahan 0-2 dari Belgia di kandang sendiri.


Italia Menjawab Usai Kekalahan dari Belgia

Semangat yang ditunjukkan Italia di Paris mendapat apresiasi dari Rabiot. Gli Azzurri sempat berada dalam ancaman degradasi Nations League, tetapi bangkit lewat kemenangan telak 4-1 atas Turki sebelum menahan Prancis.

"Dalam hal semangat, Italia sangat mengesankan. Ini bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh setelah pertandingan pertama melawan Belgia," kata Rabiot.

Bagi Prancis, hasil imbang ini juga memberi catatan baru. Itu merupakan gol pertama yang mereka kebobolan sejak Zinedine Zidane mengambil alih kursi pelatih, setelah sebelumnya menorehkan dua kemenangan tandang 1-0.


Rabiot: Prancis Masih Perlu Berbenah

Rabiot mengaku kecewa gagal meraih kemenangan, tetapi melihat banyak hal positif dari permainan Les Bleus.

Menurutnya, tim menjalankan instruksi Zinedine Zidane, terutama dalam menerapkan tekanan tinggi dan merebut bola cepat di area pertahanan lawan.

"Kami menciptakan banyak peluang dan saya pikir kami pantas mendapatkan lebih. Itu juga yang dikatakan pelatih di ruang ganti. Namun, kami senang dengan pendekatan yang kami tunjukkan," tutur Rabiot.

Lanjut Baca:

"Kami melakukan pressing tinggi, sering merebut bola di area mereka, dan itulah yang diminta pelatih. Setelah mencetak gol, kami mungkin sedikit mengurangi tekanan. Itu sesuatu yang harus kami perbaiki," lanjutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya