100 Truk Uji Emisi di Tanjung Priok, 98% Kendaraan Lolos

Ribuan kendaraan beraktivitas di Tanjung Priok setiap hari. Uji emisi dilakukan untuk mendorong transportasi pelabuhan yang lebih bersih.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 02 Oktober 2026, 15:15 WIB
PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL)), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), menggelar kegiatan uji emisi bagi 100 kendaraan pengguna jasa di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. (Dok PSL)

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas kendaraan yang tinggi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, membuat persoalan emisi menjadi salah satu perhatian dalam upaya menjaga kualitas udara. Sebanyak 100 kendaraan pengguna jasa pelabuhan menjalani uji emisi melalui program “Merdeka dari Emisi”.

Program tersebut digelar PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Hasil pemeriksaan menunjukkan 98% kendaraan memiliki emisi yang baik dan memenuhi standar baku mutu. Sementara 2% kendaraan lainnya direkomendasikan menjalani pemeriksaan serta perawatan lebih lanjut.

Direktur Operasi & Teknik PT Pelindo Sinergi Lokaseva Bobby Hardian mengatakan kondisi kendaraan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena tingginya mobilitas di kawasan pelabuhan.

“Sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia, Tanjung Priok dilalui ribuan truk setiap hari untuk mendukung aktivitas logistik dan distribusi barang. Tingginya mobilitas tersebut membuat kondisi kendaraan perlu mendapatkan perhatian bersama, untuk membantu menjaga kualitas udara dan lingkungan di kawasan pelabuhan,” ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026). 

 

Simpul Transportasi

PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL)), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), menggelar kegiatan uji emisi bagi 100 kendaraan pengguna jasa di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. (Dok PSL)

Bobby mengatakan hasil uji emisi menunjukkan sebagian besar kendaraan yang diperiksa telah memenuhi standar. Namun, masih terdapat kendaraan yang membutuhkan perhatian lebih dari pemiliknya.

“Temuan ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk merawat kendaraan sudah baik. Namun masih ada sebagian kendaraan yang memerlukan perhatian lebih. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong para pengguna jasa untuk melakukan perawatan kendaraan secara berkala sehingga berdampak positif bagi operasional maupun lingkungan,” tambah Bobby.

Wakil Menteri Perhubungan Suntana, mengatakan pengendalian emisi di kawasan pelabuhan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Pelabuhan merupakan simpul transportasi dengan pergerakan kendaraan sangat tinggi. Pengendalian emisi kendaraan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara dan mendorong sistem transportasi yang lebih berkelanjutan. Upaya seperti ini perlu dijalankan bersama oleh operator pelabuhan, perusahaan angkutan, dan pelaku usaha logistik”, ujar Suntana.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan karena aktivitas kendaraan di kawasan pelabuhan melibatkan banyak pelaku dalam rantai transportasi dan logistik.

 

Konsep Green Port

Upaya pengendalian emisi kendaraan juga menjadi bagian dari agenda Pelindo Group untuk mendorong konsep Green Port atau pelabuhan yang lebih ramah lingkungan.

Wakil Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Drajat Sulistyo mengatakan upaya tersebut tidak dapat hanya dilakukan oleh operator pelabuhan.

“Setiap hari ribuan kendaraan keluar masuk kawasan pelabuhan. Karena itu, upaya menuju Green Port perlu melibatkan seluruh ekosistem yang bekerja dan beraktivitas di pelabuhan. Merdeka dari Emisi menjadi salah satu cara kami mengajak para pelaku logistik untuk ikut mengambil bagian,” jelas Drajat.

Program uji emisi tersebut juga dikaitkan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, termasuk Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Melalui kegiatan tersebut, Pelindo Sinergi Lokaseva berharap perawatan kendaraan secara berkala semakin menjadi perhatian pengguna jasa. Selain menjaga performa kendaraan, langkah tersebut diharapkan membantu mengurangi emisi dan mendukung kualitas lingkungan di kawasan pelabuhan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya