Rupiah Menguat ke 17.955, Intip Prediksi Mata Uang Garuda Hari Ini

Berikut prediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat, (2/10/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 02 Oktober 2026, 11:54 WIB
Teller menghitung mata uang rupiah di bank, Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Jumat, (2/10/2026). Namun, pergerakan rupiah terhadap dolar AS diprediksi melemah menjelang akhir pekan ini seiring lonjakan harga minyak dunia karena ketegangan AS-Iran meningkat.

Mengutip Antara, nilai tukar rupiah dibuka naik 11 poin atau 0,06% menjadi 17.955 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.966 per dolar AS.

"Rupiah hari ini diperkirakan melemah pada kisaran 17.950-18.050 dipengaruhi oleh global kenaikan harga minyak harga minyak, yaitu meningkatnya eskalasi konflik AS dan Iran,” kata Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova.

Mengutip Anadolu, pemerintah Iran mengungkapkan, pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada kesediaan AS untuk memberikan "jaminan objektif" guna mengakhiri perang di semua lini serta memenuhi komitmen berdasarkan inisiatif diplomatik tujuh hari yang diajukan oleh Teheran.

Teheran juga menuntut pencairan aset Iran yang dibekukan, pencabutan blokade, mencabut pembatasan minyak, dan mengakhiri blokade laut.

AS baru saja mengumumkan serangkaian sanksi baru terhadap Iran yang menyasar sektor perkeretaapian dan otomotif, serta sebuah jaringan perbankan bayangan yang diduga terkait dengan Rusia.

Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap dua produsen mobil terbesar Iran, Iran Khodro dan SAIPA, beserta sejumlah anak perusahaan mereka, serta perusahaan kereta api milik negara, Islamic Republic of Iran Railway Company, dan dua perusahaan kereta api lainnya.

 

Sentimen Lainnya Terkait Rupiah

Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pihaknya juga memasukkan sektor otomotif dan perkeretaapian Iran ke dalam daftar sanksi sektoral, yang memungkinkan otoritas AS untuk menargetkan entitas atau individu mana pun yang beroperasi di industri-industri tersebut.

Selain itu, Rully menuturkan, sentimen lainnya dipengaruhi perubahan dalam kabinet pemerintah, terutama mengenai pengelolaan energi dan komoditas.

"Perubahan dalam kabinet pemerintah, terutama terkait dengan pengelolaan energi dan komoditas, secara signifikan mempengaruhi neraca perdagangan,” ujar dia.

Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Bahlil menuturkan, kementerian baru itu akan berperan sebagai koordinator kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi, untuk mencapai target tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya