Buku MotoGP Mandalika Diluncurkan, Sorot Kontribusi Sport Tourism

Bappenas luncurkan buku dampak MotoGP Mandalika 2025.

oleh Aning JatiDiterbitkan 01 Oktober 2026, 18:40 WIB
Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan buku "MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata". (Dok. InJourney)

Liputan6.com, Jakarta - Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 diperkirakan menggerakkan ekonomi hingga Rp 2,7–Rp 4,7 triliun. Proyeksi tersebut tercantum dalam buku berjudul "MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata" yang diluncurkan Kementerian PPN/Bappenas. InJourney menyambut hasil kajian ini sebagai pijakan penguatan sport tourism di Indonesia.

Buku tersebut disusun Kementerian PPN/Bappenas bersama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Kajian melibatkan sejumlah kementerian/lembaga: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Sekretariat Negara, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Bank Indonesia.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menekankan bahwa MotoGP Mandalika diposisikan sebagai simpul penggerak lintas-sektor, bukan semata ajang balap.

"Bagi InJourney, MotoGP Mandalika bukan sekadar event olahraga internasional. Ini adalah platform yang mempertemukan olahraga, pariwisata, konektivitas, ekonomi kreatif, UMKM, talenta lokal, hingga nation branding Indonesia," ujar Maya.

Maya juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem agar manfaat olahraga berlangsung berkesinambungan sebelum, selama, dan setelah balapan.

"Yang ingin kami bangun bukan hanya event yang sukses pada saat berlangsung, tetapi sebuah ekosistem yang terus tumbuh sebelum, selama, dan setelah event dari konektivitas, kesiapan destinasi, kualitas pengalaman wisatawan, keterlibatan UMKM dan masyarakat, sampai pengembangan talenta lokal," ujar Maya.


Dampak Ekonomi dan Pariwisata

Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan buku "MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata". (Dok. InJourney)

Kajian Kementerian PPN/Bappenas bersama ITDC dilakukan melalui survei terhadap lebih dari 1.800 responden yang mencakup penonton domestik, wisatawan mancanegara, pelaku UMKM, tenaga kerja, dan sponsor.

Dari sisi pengalaman penonton, skor brand equity tercatat 5,07 dari skala 6. Di ranah promosi destinasi, eksposur Mandalika diperkirakan berpotensi mendongkrak kunjungan wisatawan sekitar 11 persen.

Dengan dukungan promosi destinasi yang terintegrasi, tambahan kunjungan tersebut diproyeksikan menghasilkan extra spending wisatawan hingga Rp44,5 miliar. Pergerakan ekonomi itu menyentuh berbagai sektor lokal: UMKM, tenaga kerja, transportasi, akomodasi, ekonomi kreatif, dan pariwisata.

Aspek kepuasan juga tercermin dalam survei. Tenaga kerja dan relawan mencatat skor 5,51 dari skala 6, sementara pelaku UMKM dan tenant berada di angka 5,23.

Lanjut Baca:

Dari nilai eksposur global, MotoGP Mandalika menghasilkan Advertising Value Equivalency (AVE) sebesar 361,6 juta euro atau sekitar Rp6,9 triliun. Maya menilai hasil-hasil ini menjadi rujukan peningkatan mutu penyelenggaraan dan penguatan destinasi ke depan. "Data dan pembelajaran ini menjadi modal penting untuk terus melakukan improvement. Kami ingin setiap penyelenggaraan event internasional di Indonesia mampu meninggalkan legacy, baik dalam bentuk peningkatan kualitas destinasi, kapasitas SDM dan talenta lokal, pertumbuhan UMKM, maupun makin kuatnya posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism dunia," tutur Maya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya