Liputan6.com, Jakarta - Anggapan telepon seluler (ponsel) Android murah memiliki proses pengisian daya lambat tidak sepenuhnya benar. Meskipun memang benar perangkat keras entry-level seringkali memangkas spesifikasi seperti kamera dan prosesor demi menekan harga.
Kini, sejumlah handphone (Hp) murah justru mampu melampaui kecepatan isi ulang baterai pada ponsel flagship. Demikian sebagaimana dikutip dari BGR, Jumat (2/10/2026).
Advertisement
Sebagai contoh, Samsung A37 5G bisa mengisi daya hingga 60% hanya dalam waktu 30 menit. Kecepatan ini hampir setara dengan Samsung Galaxy S26 FE yang mencapai 69% dalam 30 menit, serta iPhone 17 Pro bisa mengisi 50% dalam 20 menit.
Namun, tidak semua ponsel Android murah memiliki kualitas serupa. Beberapa model seperti Motorola Moto G Play (2026) tercatat hanya terisi 34% dalam 30 menit.
Hal ini membuktikan harga bukanlah satu-satunya indikator cepat atau lambatnya pengisian daya suatu hp.
Apa Penyebabnya?
Faktor utama penentu kecepatan pengisian daya ponsel Android adalah besaran daya (Watt) yang didukung perangkat tersebut. Semakin tinggi angka Watt pada spesifikasi pengisian daya, semakin cepat pula dapat mengisi.
Ponsel dengan daya Watt yang sama bisa memiliki durasi isi daya berbeda akibat optimalisasi perangkat lunak. Sebagai contoh, fitur pembatasan aktivitas latar belakang (background app) saat pengisian daya dapat mempercepat proses pengisian hingga beberapa persen lebih tinggi.
Selain itu, kepala charger dan kabel turut memegang peranan penting. Menggunakan adaptor dengan output lebih rendah dari kapasitas maksimal hp akan membatasi kecepatan isi daya. Terlebih, kabel berkualitas rendah juga menghambat efisiensi penyaluran daya.
Faktor lainnya adalah kesehatan dan usia baterai. Baterai usia lama tidak akan bekerja semaksimal saat masih baru, sehingga perlu pengganti baterai di pusat layanan resmi untuk meningkatkan kecepatan pengisian daya.
Membatasi penggunaan ponsel saat sedang mengisi daya juga perlu dilakukan agar hp dapat mengisi dengan cepat secara maksimal. Umumnya, perangkat mengisi daya lebih cepat saat tidak dipakai.
Ponsel Android Murah Mana yang Tidak Lama Ngecas?
Sebagian besar model Android yang dirilis pada 2026 mendukung pengisian daya cepat. Salah satunya Samsung Galaxy A57 5G dibanderol mulai dari Rp 9 jutaan hingga Rp 10 jutaan tergantung kapasitas penyimpanan. Model ini memiliki kecepatan pengisian daya 45W yang mampu mengisi baterai hingga 60% dalam waktu setengah jam.
Sementara itu, ada Motorola Moto G (2026) yang saat ini belum ada konfirmasi resmi apakah akan tersedia di Indonesia dengan harga USD 300 (sekitar Rp 5,3 juta). Hp ini mampu mencapai pengisian 50% dalam 28 menit serta 100% dalam 75 menit berkat dukungan pengisian daya 30W.