Pesona Van Ness Wu Pakai Karya 2 Desainer Indonesia di Konser Forever 2.0

Dari busana sampai perhiasan, Van Ness Wu memesona penggemar saat memakai fashion karya dua desainer Indonesia.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 01 Oktober 2026, 17:00 WIB
Van Ness Wu pakai karya dua desainer Indonesia di konser Forever 2.0. (dok. Wanda House of Jewels)

Liputan6.com, Jakarta - Hangzhou malam itu tidak hanya diterangi lampu panggung. Di antara sorotan cahaya dan riuh penonton konser perdana Forever 2.0, Van Ness Wu hadir dengan bahasa visual yang berganti dari satu look ke iberikutnya.

Salah satunya justru dimulai dari sesuatu yang begitu sederhana. Kemeja putih dan celana hitam menjadi pilihan yang nyaris tanpa suara.

Tidak ada motif yang berebut perhatian, tidak pula detail dekoratif yang memenuhi permukaan busana. Kesederhanaan itu memberi ruang bagi sesuatu yang lain untuk berbicara.

Dari leher hingga dada, lapisan jewelry karya Wanda Ponika perlahan mengambil alih perhatian. Founder Wanda House of Jewels itu menghadirkan sejumlah kalung yang ditata bertingkat, kemudian dilengkapi anting, cincin, bangles, dan bracelet pada kedua tangan, merujuk keterangan pada Lifestyle Liputan6.com, Kamis (1/10/2026).

Ada kemewahan yang tidak terasa berlebihan dalam susunan tersebut. Banyaknya fine jewelry justru menemukan keseimbangan karena setiap bagian memiliki ruang untuk bernapas. Kemeja putih menjadi kanvas yang tenang, membiarkan kilau berlian bergerak mengikuti tubuh Van Ness setiap kali ia berpindah posisi.

Layering menjadi inti dari permainan Wanda. Kalung hadir dalam beberapa tingkatan, menciptakan garis visual dari leher menuju dada. Cincin dan gelang kemudian meneruskan bahasa yang sama ke kedua tangan. Tidak ada satu elemen yang terasa berdiri sendiri.

Karakter berlian turut memperkuat kesan tersebut. Wanda House of Jewels konsisten menggunakan berlian D color, kategori warna tertinggi dalam standar warna berlian. Di bawah lampu konser, setiap piece mendapatkan kesempatan untuk menangkap cahaya dan mengembalikannya sebagai kilau yang tajam.

 

Bahasa Visual

Van Ness Wu pakai karya dua desainer Indonesia di konser Forever 2.0. (dok. Wanda House of Jewels)

Look itu memperlihatkan bagaimana sebuah busana yang sederhana dapat berubah ketika bertemu aksesori yang tepat. Van Ness tidak terlihat seperti seseorang yang sedang mengenakan terlalu banyak jewelry. Perhiasan tersebut justru terasa seperti perpanjangan dari dirinya—berani, percaya diri, sekaligus santai.

Bahasa visual kemudian berubah ketika bintang berusia 48 tahun itu muncul dalam setelan velvet ungu karya Harry Halim. Jika Wanda membangun karakter melalui kilau dan lapisan, Harry menerjemahkannya lewat bentuk dan tekstur.

Ungu bukan sekadar warna pada look ini. Nuansa tersebut memiliki kedekatan dengan identitas Van Ness, lalu mendapatkan interpretasi baru melalui material velvet dan siluet yang terstruktur. Pundak dibuat tegas, membentuk proporsi tubuh dengan karakter yang kuat.

 

Busana Bergerak

Van Ness Wu pakai karya dua desainer Indonesia di konser Forever 2.0. (dok. Instagram @vannesswu)

Detail paling menarik muncul ketika busana mulai bergerak. Bagian belakang setelan memberikan dimensi tambahan yang baru benar-benar terasa ketika Van Ness mengikuti koreografi. Setiap gerakan membuat konstruksi tersebut ikut bereaksi terhadap tubuh.

Di sinilah pakaian bertemu dengan performance. Van Ness dikenal memiliki kemampuan dance yang kuat, sehingga busana panggung tidak cukup hanya terlihat indah ketika dikenakan. Potongan itu perlu mengikuti ritme tubuh, merespons gerakan, dan tetap memiliki karakter ketika berada di bawah sorotan lampu.

Velvet memberikan lapisan dramatis tersendiri. Permukaannya menangkap cahaya dengan cara yang berbeda di setiap sudut, membuat warna ungu seolah terus berubah ketika Van Ness bergerak di sekitar panggung. 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya