IHSG Sempat Rebound ke Zona Hijau di Awal Oktober, Lalu Kembali Terkoreksi

Sempat menguat ke level 6.083, IHSG bergerak fluktuatif di awal perdagangan Oktober dan kembali melemah ke level 6.060.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 01 Oktober 2026, 09:10 WIB
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada awal perdagangan saham bulan Oktober ini. Namun tak berapa lama, IHSG berbalik arah ke zona hijau tapi kembali mengalami tekanan.

Mengutip data RTI, Kamis (1/10/2026), IHSG hari ini dibuka melemah ke posisi 6.062,89 dari penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.071,13. Pada pukul 09.02 WIB, IHSG berbalik ke zona hijau dengan menguat 0,18 persen ke level 6.083,02.

Penguatan tersebut tidak mampu bertahan. Pada pukul 09.05 WIB, IHSG kembali ambles 0,21 persen ke level 6.060,16. Sementara itu, indeks saham LQ45 turut terkoreksi 0,44 persen ke posisi 598,19.

Pada awal perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.085,16 dan level terendah di 6.062,81.

Sebanyak 283 saham menguat, 186 saham melemah, dan 216 saham bergerak stagnan.

Pada awal sesi, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 93.138 kali dengan volume perdagangan mencapai 5,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham berada di angka Rp 629 miliar.

Dari 11 sektor pembentuk indeks, lima sektor berada di zona hijau—yaitu energi, barang baku (basic materials), barang konsumen primer (non-cyclicals), barang konsumen non-primer (cyclicals), dan properti—sedangkan sisanya melemah.

Prediksi IHSG Hari Ini

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Kamis, (1/10/2026). IHSG hari ini akan berada di level 6.050-6.079. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 0,83% ke 6.071, dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Rabu, 30 September 2026.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave c dari wave (y), cermati area koreksi terdekat yang berada pada level 6.050-6.079,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Ia menuturkan, jika IHSG masih mampu berada di atas 6.013, masih terdapat peluang IHSG menguat untuk menguji kembali area 6.152-6.196.

Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.041,5.984 dan level resistance 6.297,6.419 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 6.050-6.250.

Rekomendasi Saham

Seorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).

Rekomendasi Teknikal

1.PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) - Buy on Weakness

Saham AMRT terkoreksi ke 1.320 dan disertai dengan adanya peningkatan tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi AMRT sedang berada di awal wave c dari wave (b),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.290-1.315

Target Price: 1.365, 1.410

Stoploss: below 1.270

 

2.PT Bank Rakyat BBRI - Trading Buy

Saham BBRI terkoreksi 0,95% ke 3.140 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Selama BBRI masih mampu berada di atas 3,110 sebagai stoplossnya, posisi BBRI saat ini berada di awal wave (v) dari wave [c].

Trading Buy: 3.120-3.140

Target Price: 3.300, 3.370

Stoploss: below 3.110

 

3.PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Buy on Weakness

Saham BRMS terkoreksi 0,84% ke 590 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Saat ini, posisi BRMS sedang berada pada akhir wave (C) dari wave [B].

Buy on Weakness: 570-590

Target Price: 655, 705

Stoploss: below 545

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya