Liputan6.com, Jakarta - Drama Musikal Sirena: Air Mata dari Lautan menempatkan Widi Mulia di singgasana Ratu Kaia, tokoh yang membawa pesan tentang waktu, keluarga, harapan, hingga proses melepaskan dan percaya pada kehidupan. Produksi panggung ini juga merangkul talenta muda dan inklusif, menghadirkan anak-anak disabilitas sebagai bagian dari musik pertunjukan.
Keterlibatan tersebut mendapat apresiasi dari istri Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, Fatma. Ia mengaku bangga sekaligus terharu dengan kesempatan yang dibuka untuk anak-anak disabilitas di panggung besar ini.
Advertisement
“Tentunya, saya sangat mengapresiasi. Saya juga sangat bangga. Dan, bahkan sangat terharu ketika saya mendengar ada sekitar 7-10 anak disabilitas jadi pemain musik di pertunjukkan tersebut,” tutur Fatma.
Selain merangkul musisi cilik, Sirena juga mengundang penonton keluarga untuk menikmati kisah fantasi bawah laut yang hangat dan dekat dengan keseharian. Semangat saling mendukung menjadi napas utama yang dihadirkan tim produksi dalam dunia Sirena.
Drama Musikal Libatkan Anak Disabilitas dan Talenta Cilik
Dalam pertunjukan ini, anak-anak disabilitas dilibatkan sebagai pemain musik. Jumlahnya mencapai sekitar 7–10 orang, berdampingan dengan sejumlah talenta cilik lain yang tampil di atas panggung. Langkah ini membuka ruang partisipasi sejak proses kreatif hingga pementasan.
Fatma menyampaikan harapan agar peluang seperti ini berlanjut. Ia menyebut pihaknya bersama Dharma Wanita dari kementerian akan ikut memfasilitasi anak-anak kurang mampu, penyandang disabilitas, hingga anak berprestasi agar bisa menyaksikan langsung pertunjukan ini.
Sejumlah talenta cilik seperti Rasyad Aiman Agus, Firzanah Alya, Yoan Cocohamida, dan Loisa Ramadhani turut menghidupkan cerita lewat akting, nyanyian, dan koreografi. Kehadiran mereka memperkaya lapisan penceritaan Sirena yang mengusung nilai keluarga dan harapan.
Multimedia Menghidupkan Dunia Bawah Laut
Direktur Shine Era Entertainment, Mikhalouda, menyebut semangat saling mendukung sebagai bagian penting dari dunia Sirena yang dihadirkan di panggung. Untuk menerjemahkan suasana fantasi bawah laut, tim memilih memaksimalkan teknologi multimedia dibanding mengandalkan properti panggung secara penuh.
Persiapan pertunjukan berlangsung sekitar tiga bulan dengan kurang lebih 28 kali latihan. Proses ini dirancang untuk menyatukan musik, visual, dan gerak sehingga pengalaman menonton terasa imersif bagi semua kalangan.
Sirena: Air Mata dari Lautan menargetkan 4.400 penonton melalui empat kali pertunjukan yang dibagi dalam dua hari. Target tersebut disiapkan sejalan dengan skala produksi dan pengemasan cerita yang familier.
Jadwal dan Deretan Pemeran Sirena
Drama Musikal Sirena: Air Mata dari Lautan dijadwalkan tampil pada 9–10 Oktober 2026 di Balai Sarbini, Jakarta. Dalam dua hari tersebut, penonton bisa memilih jadwal dari total empat kali pertunjukan yang digelar.
Selain Widi Mulia sebagai Ratu Kaia, jajaran pemain meliputi Rara Sudirman sebagai Sirena, Muhammad Fachad Haydra sebagai Anthony, Radhyna Azahra Putri sebagai Reina, Agus Wisman sebagai Raja Athar, serta Teuku Zacky sebagai Prof. Dharma. Komposisi pemeran ini menyatukan vokal, akting, dan koreografi yang dirancang saling menguatkan.
Partisipasi talenta cilik seperti Rasyad Aiman Agus, Firzanah Alya, Yoan Cocohamida, dan Loisa Ramadhani menambah energi di panggung. Mereka mengambil peran melalui akting, nyanyian, dan koreografi yang berpadu dengan aransemen musik, termasuk kontribusi anak-anak disabilitas di lini pemain musik.