Dari Ruang Kelas ke Paddock MotoGP, Kisah Siswa SMK Juara Wirausaha

Pertamina Lubricants bantu siswa SMK wujudkan mimpi punya bengkel sendiri lewat Enduro Entrepreneurship Program dan ESC 2026

oleh Muhammad Luthfi Naufal AqilahDiterbitkan 30 September 2026, 18:39 WIB
Muhammad Rochmani, pemenang ESC 2025, mengunjungi paddock Pertamina Enduro VR46 Racing Team saat ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Siapa sangka, ketertarikan terhadap dunia otomotif yang bermula dari ruang kelas dan tangan berlumur oli bisa membawa seorang siswa SMK mendekati impian memiliki bengkel sendiri.

Kisah tersebut datang dari Muhammad Rochmani, siswa SMK Harapan Mulya Kendal. Di usianya yang baru 18 tahun, Rochmani telah mengembangkan kemampuan di bidang perbengkelan roda dua sekaligus mengasah jiwa kewirausahaan.

Perjalanan Rochmani bahkan membawanya hingga ke area paddock tim balap dunia di ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia. Kesempatan tersebut menjadi ganjaran setelah dirinya berhasil meraih gelar juara wirausaha dalam Enduro Skill Contest (ESC) 2025.

Ketertarikan Rochmani terhadap dunia otomotif tidak muncul begitu saja. Kemampuannya dibangun melalui program Enduro Home Service (EHS), sebuah program yang memberikan kesempatan kepada siswa SMK untuk mempraktikkan keterampilan teknis perbengkelan secara langsung.

Melalui EHS, para siswa tidak hanya mempelajari teori dan teknik servis kendaraan roda dua di sekolah. Mereka juga mendapatkan pengalaman melayani kebutuhan konsumen secara nyata.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi siswa vokasi untuk mengenal dunia kerja sekaligus memahami bagaimana sebuah usaha bengkel dijalankan.

Corporate Secretary Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi, mengatakan program tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi siswa SMK dalam mengembangkan kemampuan yang telah mereka pelajari.

"Kami ingin memberikan ruang bagi siswa SMK untuk menunjukkan kemampuan mereka dan melihat sejauh mana ilmu yang dipelajari dapat diterapkan dalam situasi nyata. Melalui kompetisi seperti Enduro Skill Contest, kami berharap siswa semakin percaya diri untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menghadapi dunia otomotif profesional," ujar Rika.

Program Enduro Home Service dan Enduro Skill Contest merupakan bagian dari payung Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Lubricants (PTPL), yakni Enduro Entrepreneurship Program (EEP).

Sejak 2023, program tersebut telah melahirkan 169 bengkel binaan dengan total omzet yang telah melampaui Rp 11 miliar.

Program EEP juga tidak hanya menyasar lingkungan sekolah vokasi. Pertamina Lubricants memperluas penerima manfaat dengan menggandeng berbagai kelompok masyarakat.

Kelompok tersebut antara lain warga binaan pemasyarakatan, nelayan, penyandang disabilitas, hingga para santri.

Hingga saat ini, lebih dari 7.284 orang telah mendapatkan pelatihan melalui program tersebut. Sementara total penerima manfaat EEP telah mencapai lebih dari 82.000 orang di berbagai wilayah Indonesia.

Pendekatan yang digunakan adalah Creating Shared Value (CSV). Melalui pendekatan ini, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa pelatihan teknis otomotif.

Para peserta juga mendapatkan pendampingan terkait manajemen bengkel, pemasaran, hingga pelayanan kepada konsumen.

Dengan demikian, keterampilan teknis yang dimiliki peserta diharapkan dapat berkembang menjadi kemampuan mengelola usaha secara mandiri.

 

Enduro Skill Contest 2026 Kembali Digelar

Pendampingan dan praktik langsung siswa SMK dalam program Enduro Home Service binaan Pertamina Lubricants.

Upaya mendorong kemampuan siswa SMK di bidang otomotif kembali berlanjut melalui Enduro Skill Contest 2026.

Kompetisi tersebut berlangsung pada 30 September hingga 1 Oktober 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.

Sebanyak 13 dari total 55 SMK binaan Pertamina Lubricants ambil bagian dalam kompetisi tahun ini.

Enduro Skill Contest 2026 mempertandingkan tiga kategori utama, yakni Dutapreneur atau kewirausahaan, Social Media Competition, dan Mechanical Skill yang menguji kompetensi teknis peserta.

Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi para siswa untuk membuktikan kemampuan yang telah mereka dapatkan selama mengikuti pembinaan.

Tak hanya mengejar kemampuan teknis, peserta juga ditantang memahami aspek kewirausahaan dan komunikasi di era digital.

Bagi para pemenang, tersedia pengalaman yang tidak kalah menarik. Mereka berkesempatan menyaksikan secara langsung aktivitas dan dapur pacu tim balap kelas dunia dalam gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Kesempatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi generasi muda yang tengah mempersiapkan diri memasuki industri otomotif.

Kisah Muhammad Rochmani menjadi salah satu gambaran bagaimana pendidikan vokasi, pengalaman praktik, serta pembinaan kewirausahaan dapat membuka jalan bagi siswa SMK untuk mengembangkan potensi.

Dari ruang kelas hingga lingkungan paddock balap dunia, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses panjang untuk mencetak generasi muda yang memiliki keterampilan sekaligus kemampuan membangun usaha secara mandiri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya