Suzuki Siapkan Teknologi Elektrifikasi yang Lebih Efisien

Suzuki telah mengumumkan peta jalan untuk beberapa dekade mendatanga, terkait pengembangan elektrifikasinya

oleh Arief AszhariDiterbitkan 01 Oktober 2026, 12:11 WIB
Strategi Baru Suzuki, Siapkan Teknologi Elektrifikasi yang Lebih Efisien (Carscoops)

Liputan6.com, Jakarta - Suzuki mengumumkan peta jalan pengembangan elektrifikasinya untuk beberapa dekade mendatang. Jenama asal Jepang ini, akan fokus dengan pendekatan multi-pathway, pengurangan waktu pengembangan model baru, dan peningkatan modularitas.

Disitat dari Carscoops, perusahaan berlambang 'S' ini tengah mengembangkan e-Axle 3-in-1 yang digunakan di mobil listrik kei e-Sky menjadi unit modular 6-in-1 dengan dimensi yang sama.

Teknologi ini nantinya dapat digunakan untuk mobil listrik berbasis baterai (BEV), hybrid series (HEV), serta model dengan sistem light range extender (REEV).

Untuk model perkotaan seperti e-Sky, Suzuki menyiapkan motor listrik depan dengan tenaga 94 hp atau 70 kW, yang dipadukan motor listrik belakang 13 hp atau 10 kW pada varian 4WD.

Sementara itu, model yang lebih besar akan mendapatkan e-Axle utama bertenaga 174 hp atau 130 kW, serta pilihan sistem e-4WD di bagian belakang dengan tenaga 40 hp atau 30 kW.

Suzuki juga menargetkan penggunaan motor listrik tanpa heavy rare earth, agar lebih mudah didaur ulang.

Di sektor hybrid, Suzuki mengembangkan sistem mild hybrid baru yang ditargetkan mampu memangkas emisi karbon hingga 15 persen. Angka tersebut setara pengurangan sekitar 150 kg CO2 untuk setiap 10.000 kilometer.

Sedangkan sistem Series HEV yang lebih canggih, ditargetkan mengurangi emisi hingga 29 persen atau sekitar 300 kg CO2 dalam jarak yang sama.

Sistem ini juga dapat dikembangkan menjadi REEV Light dengan menambahkan kemampuan plug-in dan menggunakan baterai berukuran lebih sesuai kebutuhan, sehingga tidak memerlukan baterai berkapasitas besar.

Pengembangan Mesin Konvensional

Meski mendorong elektrifikasi, Suzuki tetap mengembangkan mesin pembakaran internal. Pabrikan ini tengah menyiapkan mesin bensin turbo dengan teknologi direct injection untuk pasar seperti India, yang kemungkinan juga tersedia dalam versi CNG.

Suzuki menargetkan peningkatan efisiensi termal mesin dari sekitar 40 persen untuk unit 1.2 liter tiga silinder Z12E, menjadi 50 persen di generasi mendatang.

Upaya tersebut mencakup penggunaan high-EGR lean combustion, pemulihan panas buang, pelumas dengan viskositas rendah, material nano-karbon, serta penyempurnaan siklus Miller.

Selain itu, Suzuki akan mengembangkan arsitektur 'SDV Lite' yang lebih sederhana, serta menyeragamkan sistem ADAS di seluruh jajaran kendaraannya.

Mulai 2031, Central Zone ECU ditargetkan memangkas biaya elektronik hingga 30 persen dan bobot modul hingga 15 persen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya