Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyiapkan Vastra, sebuah skema khusus yang memudahkan investor global bertransaksi di pasar domestik dan memenuhi kebutuhan valuta asing (valas) secara lebih terstruktur.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan bahwa Vastra dirancang untuk memangkas beban administrasi investor. Skema ini mengintegrasikan investor global dengan bank lokal serta offshore bank partner dalam satu alur transaksi.
Advertisement
"Vastra ini membuat skema lebih terstruktur yang mempermudah pemenuhan kebutuhan valas maupun lalu lintas transaksi investor global saat masuk ke pasar domestik kita, sekaligus mengurangi beban administrasi mereka,” kata Erwin dalam Taklimat Media di Kantor BI, Rabu (30/9/2026).
Lewat mekanisme ini, investor global cukup mendaftar melalui bank lokal mitra yang terhubung dengan offshore bank partner. Pola ini membuat proses transaksi jauh lebih praktis dibanding cara lama yang mewajibkan investor melampirkan dokumen underlying di setiap kali transaksi.
Fokus Penyederhanaan Administrasi
Erwin menegaskan, Vastra berfokus menyederhanakan sisi administrasi dan dokumentasi tanpa mengubah jumlah kebutuhan valas investor. Langkah ini menjadi strategi BI untuk memperlancar arus transaksi investor asing sekaligus menggairahkan aktivitas pasar keuangan dalam negeri.
"Sekarang di setiap transaksi mereka harus menunjukkan dokumen underlying. Nanti, kalau investor global sudah terdaftar lewat local bank partner dan punya offshore bank partner dalam skema ini, transaksinya jadi jauh lebih efisien dari sisi dokumentasi dan administrasi," ujar Erwin.
Kehadiran Vastra kian melengkapi deretan instrumen BI dalam mengelola pasar valas—mulai dari spot, DNDF, NDF, hingga LCT. Kombinasi instrumen ini dimaksimalkan BI untuk merespons berbagai karakter kebutuhan valas sekaligus memperluas akses investor asing ke pasar domestik.