Liputan6.com, Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) masih banyak mengandalkan manusia dibanding robot, dalam proses produksi mobilnya di Tanah Air. Namun, bukan berarti jenama asal Jepang ini, tidak melakukan otomatisasi di fasilitas perakitannya.
Dijelaskan Wakil Presiden Direktur PT TMMIN, I Nyoman Winaya, pihaknya melakukan otomatisasi secara bertahap, sesuai dengan kebutuhan proses produksi.
Advertisement
"Namun, di saat yang sama, kami juga memastikan bahwa kemampuan dan kompetensi karyawan terus dikembangkan," jelas Nyoman, saat ditemui di pabrik PT TMMIN, di Karawang, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026).
Nyoman mengatakan, pihaknya terus memberikan keterampilan kepada para pekerja di pabrikannya yang lebih relevan dengan kebutuhan saat ini. Termasuk, pemprogaman dan kompetensi di bidang teknologi.
Terlebih, saat ini, era elektrifikasi juga terus bergerak masif, dan jenama seperti Toyota, telah sudah melakukan produksi kendaraan listrik, yang memang menggunakan teknologi canggih dan terkini.
"Khususnya dalam era elektrifikasi, sebelum memulai produksi kendaraan elektrifikasi kami melakukan persiapan bukan hanya dari sisi teknologi, dan fasilitas manufaktur, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM)," tambah Nyoman.
Kami mempersiapkan SDM melalui berbagai kompetensi yang berhubungan dengan elektrifikasi dalam hal safety, proses produksi, proses delivery hingga kontrol kualitas," tegas Nyoman.
Sebagai informasi, Toyota Indonesia mulai memperkuat langkah elektrifikasnya, melalui pengembangan dan produksi kendaraan Hybrid Electric Vehicle (Hybrid EV) serta Battery Electric Vehicle (BEV).
Pada 2022, Kijang Innova Zenix menjadi model Hybrid EV pertama Toyota yang diproduksi secara lokal di Indonesia. Momentum tersebut dilanjutkan pada 2023 dengan hadirnya Yaris Cross Hybrid EV, sebagai model Hybrid EV kedua yang diproduksi di dalam negeri.
Perkembangan tersebut menunjukkan perluasan penerapan teknologi elektrifikasi sekaligus peningkatan kapabilitas manufaktur lokal.
Produksi BEV Toyota
Pada akhir 2025, TMMIN memulai produksi kendaraan dengan teknologi BEV, yaitu bZ4X, sekaligus memperluas produksi model kendaraan elektrifikasi TMMIN.
Peralihan menuju kendaraan elektrifikasi menunjukkan bahwa perkembangan manufaktur Indonesia tidak lagi sebatas pada kemampuan memproduksi kendaraan, tetapi juga mencakup kemampuan mengintegrasikan berbagai teknologi secara terpadu.
Pada kendaraan elektrifikasi, sejumlah komponen utama memiliki peran penting dalam menentukan aspek keselamatan, daya tahan, jarak tempuh, efisiensi, hingga akselerasi kendaraan. Di antaranya adalah Battery, Power Control Unit (PCU), transaxle, motor listrik, dan wiring harness.