Serangan Israel di Gaza Tewaskan 6 Warga Palestina, Termasuk Anak-anak

Serangan Israel di Jalur Gaza pada Selasa menewaskan enam warga Palestina, termasuk anak-anak, dan melukai banyak lainnya.

oleh Septian DenyDiterbitkan 30 September 2026, 09:30 WIB
Interior bangunan tempat tinggal yang rusak terlihat setelah serangan Israel di Kota Gaza. (Omar AL-QATTAA/AFP)

Liputan6.com, Gaza - Sedikitnya enam warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya, termasuk anak-anak, terluka dalam serangkaian serangan Israel di Jalur Gaza pada Selasa. Serangan tersebut menjadi laporan terbaru mengenai pelanggaran kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober tahun lalu.

Sumber medis mengatakan kepada Anadolu bahwa dua warga Palestina tewas dan delapan lainnya terluka dalam serangan drone Israel yang menargetkan warga yang mengungsi di Kamp Halawa, sebelah timur wilayah Jabalia, Gaza utara.

Para korban luka kemudian dibawa ke rumah sakit lapangan di Al-Shifa dan Al-Saraya, kata sumber tersebut.

Satu warga Palestina lainnya tewas dan beberapa orang terluka dalam serangan drone Israel yang menyasar atap sebuah rumah di Jalan Al-Nafaq, kawasan Al-Tuffah, sebelah timur Kota Gaza.

Sebelumnya pada hari yang sama, sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa mengatakan jenazah dua warga Palestina dan sejumlah korban luka, termasuk anak-anak, dibawa ke rumah sakit setelah serangan udara Israel menghantam sebuah apartemen di kawasan Al-Nasr, sebelah barat Kota Gaza.

Saksi mata mengatakan serangan tersebut dilakukan drone bunuh diri Israel yang sempat berputar-putar di atas kawasan itu sesaat sebelum serangan.

Serangan tersebut memicu kepanikan di kalangan warga dan menyebabkan kebakaran di apartemen yang kemudian hancur.

Sumber-sumber lokal mengidentifikasi dua warga Palestina yang tewas dalam serangan itu sebagai Izz al-Din al-Beik dan Muhannad Abu Foul.

Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengklaim bahwa al-Beik merupakan komandan brigade Hamas di Gaza utara.

Belum ada tanggapan langsung atas klaim Israel tersebut.

Di Gaza tengah, seorang warga Palestina tewas akibat tembakan tentara Israel di Jalan Salah al-Din, sebelah timur Deir al-Balah, menurut sumber medis.

Seorang warga Palestina lainnya mengalami luka serius dalam serangan Israel yang menargetkan kerumunan warga di dekat Klinik Al-Fakhoura, Kamp Pengungsi Jabalia, Gaza utara.

 

Korban Alami Luka Serius

Seorang anak laki-laki Palestina yang mengungsi melihat bangunan yang rusak akibat serangan Israel di kamp pengungsi Maghazi, Jalur Gaza Tengah. (Eyad Baba/AFP)

Sementara itu, di Jalur Gaza selatan, seorang warga Palestina bernama Rania Saada meninggal akibat luka serius yang dideritanya setelah pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah tenda-tenda warga yang mengungsi di Al-Mawasi, Rafah, beberapa hari sebelumnya.

Di saat yang sama, tentara Israel melakukan operasi penghancuran besar-besaran terhadap bangunan-bangunan di wilayah yang berada di bawah kendali mereka di sebelah timur Deir al-Balah, menurut keterangan saksi mata dan sumber-sumber lokal.

Kementerian Kesehatan Gaza pada Selasa mengatakan pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata telah menyebabkan 1.422 warga Palestina tewas dan 4.996 lainnya terluka.

Sejak 8 Oktober 2023, perang Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 lainnya. Sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut juga telah hancur.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya