Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan beruntun terjadi di Jalur Cianjur-Bogor, tepatnya di Jalan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Situasi terkini, polisi memastikan jalur tersebut sudah dapat dilalui normal dari kedua arah setelah proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun tuntas dilakukan.
Kasatlantas Polres Cianjur AKP Didit Permadi mengatakan, akibat kecelakaan beruntun terdapat tumpahan solar dari truk di sepanjang tempat kejadian, sehingga pengendara yang melintas diminta meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan.
Advertisement
Petugas gabungan terdiri dari Damkar Cianjur, masih berusaha membersihkan landasan jalan sepanjang 500 meter yang masih terdapat tumpahan solar sehingga rawan terjadi kecelakaan menimpa pengendara sepeda motor.
"Proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun telah tuntas dilakukan, sehingga Selasa siang jalur Cugenang-Cianjur, sudah dapat dilalui normal dari kedua arah, namun landasan jalan menjadi licin karena ada tumpahan solar," kata Didit. Dikutip dari Antara, Rabu (30/9/2026).
Petugas gabungan menaburkan serbuk gergaji kayu guna menyerap tumpahan solar dari truk yang terlibat tabrakan, bahkan satu unit mobil pemadam kebakaran di turunkan untuk menyiram landasan jalan agar dapat dilalui pengendara dengan aman.
Namun pengendara diminta tetap waspada dan berhati-hati meski tumpahan solar sudah berhasil dibersihkan petugas karena kondisi jalan menurun dan berbelok dapat menyebabkan kecelakaan tunggal karena tumpahan solar membuat landasan jalan menjadi licin.
"Kami meminta pengendara tetap meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan serta mematuhi aturan lalulintas, pastikan berkendara dalam kondisi prima lebih baik berhenti untuk beristirahat ketika mengantuk," katanya.
Dalam insiden kecelakaan tersebut, empat orang mengalami luka mendapat perawatan di RSUD Sayang Cianjur.
Akibat kecelakaan beruntun, jalur utama Cianjur-Bogor sempat mengalami antrean panjang hingga lima kilometer dari kedua arah.
Informasi dari sejumlah saksi mata menyebutkan kecelakaan beruntun berawal dari Suzuki APV tengah melaju dari arah Cianjur menuju Puncak hilang kendali sementara dari arah sebaliknya truk Mitsubishi Colt Diesel melaju dengan kecepatan tinggi.
Sehingga tabrakan tidak dapat dihindari, sedangkan di belakang truk melaju dua sepeda motor yang sama-sama tidak dapat menghindari tabrakan karena jarak yang cukup dekat sehingga menghantam bagian belakang truk.