Kabut Asap Mereda, Bandara Singkawang Kembali Melayani Penerbangan 1 Oktober 2026

Jadwal penerbangan masih seperti biasa seiring operasional penerbangan di Bandara Singkawang dibuka Kamis, 1 Oktober 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 September 2026, 19:00 WIB
Bandara Singkawang. Dok Kemenhub

Liputan6.com, Jakarta - Operasional penerbangan di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat kembali dibuka mulai Kamis, 1 Oktober 2026. Pembukaan penerbangan ini seiring kondisi udara dan jarak pandang dinilai sudah membaik. Sebelumnya, operasional penerbangan terganggu lebih dari sebulan karena kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

Adapun penerbangan kembali dibuka setelah kondisi jarak pandang di sekitar bandara dinilai telah memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.

"Untuk penerbangan perdana kembali beroperasi pada 1 Oktober 2026. Kondisi udara dan jarak pandang sudah membaik,” ujar Kepala Satuan Pelayanan Bandara Singkawang, Ilham Hafizi, dikutip dari Antara, Selasa (29/9/2026).

Ilham menuturkan, seiring operasional bandara kembali dibuka, jadwal penerbangan juga kembali mengikuti jadwal regular yang selama ini dilayani yaitu dua penerbangan per hari.

“Untuk jadwal penerbangan masih seperti biasa, yakni dua kali dalam sehari,” kata dia dikutip dari Antara.

Ilham menuturkan, dua maskapai yang melayani penerbangan dari Bandara Singkawang akan kembali beroperasi sesuai slot masing-masing. TransNusa dijadwalkan berangkat pada pukl 13.55 WIB, sedangkan Super Air Jet pada pukul 14.40 WIB.

Untuk sementara, rute yang dilayani masih tetap Singkawang-Jakarta dan Jakarta-Singkawang. Ilham mengimbau calon penumpang untuk tetap memeriksa kembali jadwal penerbangan kepada maskapai sebelum melakukan perjalanan, mengingat kondisi cuaca dan jarak pandang dapat berubah.

“Kami mengimbau calon penumpang untuk tetap melakukan pengecekan ulang jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing,” ujar dia.

 

Kondisi Udara di Kota Singkawang

Dibandingkan Pontianak, Singkawang memiliki daerah tujuan wisata di Kalimantan yang lebih lengkap dengan 20 objek wisata yang beragam.

Ilham menuturkan, keputusan menunda penerbangan sebelumnya dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan seiring pekatnya kabut asap sempat menyebabkan jarak pandang terbatas.

Ia mengatakan, kondisi udara di Kota Singkawang dalam beberapa hari terakhir membaik. Berdasarkan pemantauan BMKG dan pihak bandara, jarak pandang di sekitar landasan pacu telah berada pada kondisi yang memungkinkan untuk kegiatan lepas pantai dan ketinggian.

Seiring Bandara Singkawang beroperasi diharapkan dapat memulihkan mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas perekonomian di Singkawang dan daerah sekitar, termasuk Kabupaten Sambas dan Bengkayang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya