Renovasi Jalan di Tbilisi, Pekerja Temukan Tembikar Kuno Berusia 1.000 Tahun

Artefak ini ditemukan saat jalanan dalam proses penggalian. Apa yang buat penemuan ini spesial?

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 30 September 2026, 20:30 WIB
Ilustrasi Artefak Tembikar (Unsplash)

Liputan6.com, Tbilisi - Para pekerja yang sedang merenovasi sebuah jalan raya kota yang ramai secara tak sengaja menemukan sebuah peninggalan kuno, sekumpulan tembikar yang diperkirakan berusia 1.000 tahun.

Dikutip dari Fox News, Rabu (30/9/2026), penemuan ini terlihat di tengah-tengah penggalian yang sedang berlangsung di Tbilisi, ibu kota Georgia di wilayah Kaukasus, sebelah selatan Rusia. Benda-benda kuno tersebut ditemukan sekitar 6 meter di bawah Rustaveli Avenue, jalan utama Tbilisi.

Foto-foto tersebut memperlihatkan para arkeolog sedang memeriksa pecahan tembikar yang dihias dengan rumit, dan kendi-kendi berusia berabad-abad dan berbagai pecahan lainnya.

Menurut Reuters, pekerjaan perbaikan tersebut adalah bagian dari proyek yang lebih besar untuk memperbarui Rustaveli Avenue dengan penyeberangan pejalan kaki baru, rambu-rambu lalu lintas yang lebih baik, dan perbaikan lainnya.

Direktur Museum Nasional Georgia David Lordkipanidze berkata kepada Reuters bahwa penemuan tersebut tidak sepenuhnya di luar dugaan karena mengingat sejarah Tbilisi.

"Tbilisi sangat kaya akan temuan arkeologi, jadi sangat wajar jika ditemukan artefak-artefak dari berbagai periode," tuturnya.

Lordkipanidze juga menyoroti sejarah panjang Tbilisi sebagai persimpangan budaya dan perdagangan.

"Tbilisi memang selalu multikultural," ujarnya. "Tempat ini sudah menjadi pusat yang sesungguhnya untuk kawasan ini, terutama sebagai pusat ekonomi."

 

Benda Kuno dari Abad 10

Ilustrasi Georgia, bendera Georgia. (Peggy/Pixabay)

Tembikar tersebut terlihat berasal dari abad ke-10 hingga ke-11, ketika Tbilisi berada di bawah kekuasaan Arab dan berfungsi sebagai tempat singgah penting di sepanjang Jalur Sutra. Penelitian lebih lanjut termasuk pemindaian 3D akan membantu para peneliti menentukan usia artefak-artefak tersebut dengan lebih cepat.

Georgia, yang berada di antara Eropa dan Asia, adalah bagian dari kawasan Kaukasus bersama dengan Armenia dan Azerbaijan.

Tbilisi didirikan pada abad ke-4, dan sejak itu wilayah tersebut berada di bawah kendali berbagai penguasa, termasuk bangsa Mongol, Persia, dan Rusia, serta bangsa Arab pada masa Abad Pertengahan.

Penemuan ini terjadi saat para pekerja di seluruh dunia secara tidak sengaja menemukan situs-situs purba saat melakukan pekerjaan rutin.

Di Italia, para pekerja konstruksi yang sedang membangun jalan tol baru secara tidak terduga menemukan reruntuhan dari sebuah tempat suci kuno yang berasal dari abad ke-5 SM, yang akhirnya dilakukan penyelidikan arkeologis.

Musim panas lalu di Peru, para pekerja utilitas yang sedang menggali parit untuk jaringan gas bawah tanah menemukan dua makam pra-Inca yang berasal dari budaya Chancay, yang ada sekitar tahun 1000 hingga 1470 Masehi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya