Liputan6.com, Jakarta - Tentu banyak pengguna yang merasakan persentase baterai hp Android cepat menurun hingga setengah meski belum siang hari.
Umumnya, penurunan daya secara drastis ini dipicu oleh alasan-alasan sederhana yang bisa dicegah. Demikian sebagaimana dikutip dari Engadget, Rabu (30/9/2026).
Advertisement
Mulai dari kecerahan layar berlebih, aplikasi yang terus berjalan di latar belakang, hingga kesalahan kebiasaan mengisi daya.
Kamu tidak perlu beralih ke mode pesawat, membiarkan layar redup hingga sulit dilihat, ataupun mematikan Wi-Fi. Cukup lakukan beberapa cara di bawah ini untuk memperpanjang masa pakai sekaligus menjaga kesehatan baterai jangka panjang.
1. Atur Layar dan Sistem
Layar hampir selalu menjadi komponen yang paling banyak menguras baterai hp, sehingga perlu untuk mengoptimalkan pengaturan layar.
Kamu bisa menurunkan durasi screen timeout menjadi 30 detik agar layar tidak terus menyala saat tidak digunakan. Kamu juga perlu aktifkan Kecerahan Adaptif (Adaptive Brightness) melalui Pengaturan > Tampilan.
Jika hp kamu mendukung refresh rate 120Hz, sebaiknya turunkan ke 60Hz lewat menu Tampilan > Kehalusan Gerakan. Tampilan navigasi mungkin terasa sedikit kurang mulus, namun penghematan dayanya cukup signifikan.
Selain itu, menerapkan mode gelap juga bisa menjadi pilihan. Menurut penelitian dari Purdue University, pada layar OLED atau AMOLED, mode ini terbukti hemat daya hingga 39-47 persen pada tingkat kecerahan maksimal.
Kamu dapat memanfaatkan fitur Power Saving dan Adaptive Battery. Battery Saver membatasi aktivitas saat daya baterai turun di bawah batas tertentu. Untuk melihatnya, buka menu Baterai > Battery Saver dan pilih antara mode Standard atau Maximum.
Sementara Adaptive Battery mampu mempelajari pola pemakaian aplikasi kamu dan secara otomatis membatasi daya pada aplikasi yang jarang dibuka.
Cara mengaktifkannya adalah dengan buka Pengaturan > Baterai > Batas penggunaan latar belakang > menu titik tiga kemudian pilih Adaptive Battery.
2. Ubah Kebiasaan Charging
Banyak pengguna Android mengecas hp mereka semalaman dan membairkannya mengisi hingga 100 persen. Kebiasaan ini diam-diam dapat merusak baterai kamu dari waktu ke waktu. Kondisi paling prima pada baterai lithium-ion adalah jika dijaga rentang daya 20 hingga 80 persen.
Solusinya, kamu perlu membatasi pengisian daya melalui fitur yang berada di menu Pengaturan > Baterai > Perlindungan Baterai. Dari sana, pilih batas pengisian di angka 80-85 persen.
Sementara itu, fitur Fast Charging dapat menghasilkan panas lebih tinggi dibandingkan pengisian daya standar. Jika tidak sedang terburu-buru, pengisian daya standar jauh lebih aman.
3. Cari Aplikasi yang Banyak Menghabiskan Baterai
Jika daya baterai masih terus merosot, periksalah aplikasi apa saja yang paling banyak memakan daya melalui menu Pengaturan > Baterai > Penggunaan Baterai.
Ketika kamu menemukan aplikasi yang terus aktif di latar belakang seperti media sosial atau aplikasi navigasi, ketuk aplikasi tersebut dan pilih opsi pembatasan.
Opsi pertama yaitu Sleep, memungkinkan aplikasi hanya berjalan sesekali di latar belakang. Kemudian ada Deep Sleep, di mana aplikasi sama sekali tidak akan berjalan di latar belakang kecuali kamu membukanya secara manual.
Sebagai catatan, penurunan daya yang ekstrem dan tidak wajar juga bisa menjadi indikasi adanya malware atau spyware, sehingga pastikan hp kamu terhindar dari aplikasi berbahaya.
Kapan Harus Mengganti Baterai?
Jika cara-cara di atas sudah diterapkan namun baterai tetap menurun, saatnya melakukan cek kesehatan baterai. Pengguna Samsung perlu membuka aplikasi Members, masuk ke Dukungan > Diagnostik Ponsel.
Untuk merek lain, cek menu Pengaturan > Baterai > Kesehatan Baterai. Jika status baterai menunjukkan indikasi di luar "Normal" atau "Good", itu pertanda baterai hp kamu memang sudah saatnya diganti.