Aset Kasus Cuci Uang Terbesar Singapura Dilelang, Berlian Hermes Laku Rp 5 Miliar

Lelang barang mewah dan properti hasil sitaan kasus pencucian uang terbesar dalam sejarah Singapura berhasil meraup hasil fantastis.

oleh Cahya Alena FauzaDiterbitkan 29 September 2026, 20:00 WIB
Setelah kasus kriminal Singapura ini dibongkar, aset sitaannya dilelang dengan harga selangit. Ilustrasi lelang. (Unsplash/Wesley Tingey)

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai aset sitaan dari kasus pencucian uang terbesar dalam sejarah Singapura mulai dilelang dengan nilai yang fantastis. Salah satu koleksi terbaik, sebuah gelang berlian Hermes, sukses terjual seharga 360.000 dolar Singapura atau setara Rp 5 miliar (estimasi kurs Rp 14.060 per dolar Singapura).

Mengutip VnExpress, Selasa (29/9/2026), gelang yang dihiasi 263 berlian dengan total bobot 30,31 karat tersebut menjadi barang incaran utama dalam lelang yang diselenggarakan Hotlotz. Total nilai penawaran yang berhasil dihimpun dalam lelang tersebut mencapai 5 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 70,3 miliar.

Seluruh barang yang dilelang merupakan aset sitaan terkait skandal pencucian uang senilai 3 miliar dolar Singapura atau sekitar Rp 42,2 triliun. Kasus besar ini melibatkan jaringan individu internasional dan perusahaan cangkang (shell company) yang menampung dana hasil penipuan serta judi online ilegal.

Skandal ini pertama kali terbongkar usai otoritas Singapura menangkap 10 warga negara asing dalam serangkaian penggerebekan masif pada Agustus 2023.

 

Perhiasan Berlian Mendominasi Lelang

Setelah kasus kriminal ini dibongkar, aset sitaannya dilelang dengan harga selangit. Ilustrasi gedung di Singapura. (Unsplash/Sonali AK Sharma)

Koleksi perhiasan berlian menjadi komoditas yang paling mendominasi proses pelelangan. Sebuah cincin berlian fancy yellow seberat 15,02 karat terjual seharga 230.000 dolar Singapura (sekitar Rp 3,23 miliar) dan menjadi barang termahal kedua.

Sementara itu, barang dengan nilai transaksi terkecil adalah sepasang cincin emas anak serta cincin berlian solitaire yang masing-masing dilepas pada harga 750 dolar Singapura (sekitar Rp 10,5 juta).

Di sisi lain, satu set perhiasan merek Dior—terdiri dari kalung emas, gelang, anting, hingga cincin—menjadi barang yang paling banyak diperebutkan. Set perhiasan ini memicu hingga 72 kali penawaran sebelum akhirnya diketuk palu pada harga 125.000 dolar Singapura (sekitar Rp 1,75 miliar).

 

Lelang Berlanjut hingga 2027

Sebelumnya pada awal bulan ini, penawaran senilai 1,1 juta dolar Singapura (sekitar Rp 15,4 miliar) juga telah dibukukan untuk barang-barang sitaan dari kasus yang sama. Salah satu yang paling diburu adalah pumpkin bag edisi terbatas merek Louis Vuitton, yang mengantongi 81 penawaran dan terjual seharga 87.000 dolar Singapura (sekitar Rp 1,22 miliar), menurut laporan Channel News Asia.

Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa pelelangan tahap berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 9 November 2026. Secara keseluruhan, sebanyak 15 agenda penjualan aset telah disiapkan hingga Mei 2027.

Tak hanya perhiasan dan barang fesyen mewah, sejumlah properti milik para pelaku pencucian uang juga turut ditawarkan. Empat unit apartemen mewah di Wallich Residence dan Martin Modern telah resmi terjual pada lelang 23 September lalu.

Namun, sebanyak 15 aset properti lainnya terpaksa ditarik dari daftar lelang karena gagal mencapai batas harga penawaran minimum (reserve price). Salah satu properti termahal yang ditarik adalah unit penthouse di lantai 42 South Beach Residences yang bernilai 25,3 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 356,1 miliar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya