Liputan6.com, Jakarta - Bagi wanita Indonesia yang dinilai telah dewasa, ada satu pertanyaan yang kerap meneror mereka: soal pasangan dan pernikahan. Hal ini ikut diangkat dalam serial Tante Sonya yang kini tengah tayang di WeTV.
Kisah Tante Sonya, mengikuti perjalanan Sonya (Raihaanun), perempuan karier berusia 43 tahun yang memiliki luka hati di masa lalu. Ia kembali ke Indonesia untuk memimpin perusahaan keluarganya yang berada di ambang kebangkrutan, dan bertemu kembali dengan Ben (Maxime Bouttier), laki-laki yang lebih muda yang tak pernah melupakan kebaikannya.
Advertisement
Hubungan atasan dan bawahan di kantor membuat keduanya semakin dekat. Namun tekanan di kantor dan juga kemunculan kembali orang-orang dari masa lalu mereka, menjadi batu sandungan dalam hubungan Ben-Sonya.
Kehadiran Tante Sonya sendiri membawa nuansa baru di tengah cerita yang saat ini cenderung mengedepankan wanita muda atau remaja sebagai pemeran utama.
Febriamy Hutapea, Country Head WeTV Indonesia mengungkap bahwa mereka memang sengaja membawa perspektif lain kisah asmara yang jarang diangkat.
“Cerita cinta perempuan usia 40an masih jarang diceritakan dari sudut pandang perempuannya sendiri. Pembahasannya sering langsung tertuju pada status pernikahan atau usia pasangan," tuturnya dalam keterangan tertulisnya yang diterima Liputan6.com, baru-baru ini.
Disoroti pula fenomena di Indonesia mengenai tekanan yang dialami wanita dewasa soal jodoh dan pernikahan. Menyitir penelitian yang dipublikasikan dalam Persona: Jurnal Psikologi Indonesia terhadap 196 perempuan lajang berusia 25–55 tahu, ditemukan bahwa stereotip negatif dapat menurunkan kesejahteraan psikologis mereka.
Konflik Batin yang Dihadapi Tante Sonya
Di sisi lain, konflik dalam Tante Sonya tak hanya tentang asmara dengan pria yang lebih muda. Ada gejolak dalam karakter yang diperankan Raihaanun ini, terkait dengan luka batinnya.
“Sonya tahu dirinya punya perasaan kepada Ben, tetapi menerima perasaan itu tidak mudah. Ia pernah dikhianati dan kini berhadapan dengan laki-laki yang usianya 14 tahun lebih muda. Jadi, konflik Sonya bukan soal cinta saja. Ia juga mempertanyakan apakah hubungan ini aman untuk dijalani dan apakah dirinya siap mengambil risiko sekali lagi,” ujar Surya Ardy Octaviand, sutradara WeTV Original Tante Sonya.