Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia mengamankan hasil imbang saat berhadapan dengan Malaysia meski harus bermain dengan 10 pemain. Situasi itu mewarnai laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung ketat.
Pertandingan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Senin (28/9/2026) malam. Dilansir dari Bola.com, ada tiga pemain yang tampil paling menonjol dan menjadi kunci performa Skuad Garuda di laga tersebut.
Advertisement
Ujian berat sudah datang sejak babak pertama setelah gelandang Persib Bandung, Thom Haye, menerima kartu merah akibat pelanggaran fatal. Dalam kondisi timpang jumlah pemain, kontribusi sejumlah penggawa menjadi penopang krusial untuk menjaga stabilitas permainan dan membendung tekanan lawan.
1. Maarten Paes
Maarten Paes menjadi figur vital di bawah mistar. Kiper berusia 28 tahun itu tampil sangat impresif, menjaga gawangnya tetap aman sepanjang laga.
Statistik menegaskan beban kerja Paes pada malam itu. Ia menghadapi total delapan tembakan tepat sasaran dan berhasil menggagalkan semuanya.
Penjaga gawang Ajax Amsterdam tersebut konsisten menjaga fokus pada setiap situasi genting, termasuk saat lini belakang dipaksa bekerja ekstra akibat kekurangan pemain.
Kokohnya penampilan ini melengkapi catatan turnamennya. Paes membukukan cleansheet kedua di FIFA ASEAN Cup 2026.
2. Elkan Baggott
Di jantung pertahanan, Elkan Baggott memegang peran krusial untuk meredam gelombang serangan lawan. Bek berusia 23 tahun itu disiplin menjaga zona dan menutup ruang tembak.
Baggott juga menerima penugasan spesifik untuk membatasi pergerakan striker naturalisasi Malaysia, Bergson da Silva. Duetnya dengan rekan seporos belakang berjalan efektif menjaga garis pertahanan tetap rapi.
Keunggulan utama Baggott hadir pada duel udara. Berbekal postur 196 cm, ia memenangi banyak bola atas dan mengamankan area kotak penalti dari ancaman umpan silang maupun bola mati.
Konsistensi dalam membaca arah serangan dan timing sapuan menjadi pembeda yang membuat lini belakang tetap terkendali.
3. Justin Hubner
Kontribusi penting juga datang dari Justin Hubner. Bek ini tampil solid menjaga kedisiplinan lini belakang ketika intensitas serangan lawan meningkat.
Pada awal laga, Hubner sempat mencetak gol. Namun, VAR menganulir karena dianggap terjadi pelanggaran dalam prosesnya.
Momen paling krusial lahir pada penghujung pertandingan. Hubner melakukan last man clearance di bawah mistar gawang yang menggagalkan peluang emas lawan.
Aksi penyelamatan itu menutup ruang terjadinya kebobolan dramatis di menit-menit akhir dan memastikan Timnas Indonesia tetap pulang dengan hasil setara.