Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan berharap DEN dapat menjadi lembaga permanen yang konsisten memberikan kajian dan perspektif strategis kepada Presiden dalam menjalankan roda pemerintahan.
Luhut menjelaskan, DEN memiliki tugas utama untuk memberikan masukan dan saran kepada Kepala Negara terkait berbagai persoalan bernegara, baik diminta maupun tidak.
Advertisement
"Tugas pokok kita cuma satu: memberikan saran, diminta atau tidak diminta oleh Presiden dalam berbagai dinamika kehidupan bernegara," ujar Luhut dalam perayaan 25 tahun Yayasan Del di Sopo Del Tower, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Rutin Gelar Diskusi dan Dokumentasikan Kajian
Luhut mengungkapkan, dirinya rutin berdiskusi dengan delapan anggota DEN setiap hari Senin untuk membahas berbagai persoalan ekonomi serta menyusun kajian bagi Presiden. Seluruh hasil pembahasan tersebut didokumentasikan secara rapi sebagai bentuk pertanggungjawaban tugas lembaga.
Ia menilai keberadaan DEN sangat krusial untuk mengisi kebutuhan pemerintah akan institusi yang secara konsisten memberikan analisis mendalam. Harapan tersebut lahir dari pengalamannya selama 10 tahun menjadi pembantu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
"Saya bermimpi sekarang bahwa Dewan Ekonomi ini bisa menjadi lembaga yang berlanjut, lembaga permanen untuk membantu Presiden," ungkap Luhut.
Didukung Talenta Muda dan Jaringan Internasional
Menurut Luhut, DEN saat ini disokong oleh sumber daya manusia berkualitas dari kalangan generasi muda, serta dipadukan dengan jaringan internasional yang terus berkembang pesat. DEN tercatat telah membangun komunikasi strategis dengan Dewan Ekonomi China di Beijing maupun sejumlah lembaga kajian terkemuka di Washington, Amerika Serikat.
Jaringan global tersebut membuka ruang kerja sama luas di sektor ekonomi dan teknologi tinggi, termasuk pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan sovereign AI.
"Kajian anak-anak muda di sana, dan sekarang networking yang kami buat itu luar biasa," kata Luhut.
Lebih lanjut, Luhut menegaskan pentingnya mempertahankan hubungan baik dengan berbagai kekuatan ekonomi dunia secara seimbang. Indonesia, kata dia, dapat bekerja sama dengan Amerika Serikat dan China sekaligus tanpa harus berpihak pada salah satu blok.
"Kita negara Indonesia, negara yang terlalu besar dan kaya untuk berpihak kepada salah satu kekuatan. Nggak perlu itu," tegasnya.
Luhut menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memerlukan dukungan masukan dan kajian independen yang konsisten dalam mengawal kebijakan negara. Oleh karena itu, ia berharap DEN dapat terus berlanjut sebagai institusi permanen yang memberi arah dan perspektif strategis bagi kepemimpinan nasional.