Liputan6.com, Jakarta - Nicky Astria berduka atas meninggalnya sang adik, Saki Santosa Karya Satia bin Tatang Kosasih Wirahadimadja. Penyanyi senior tersebut menyampaikan kabar duka itu lewat unggahan di Instagram pada Minggu (27/9/2026).
Dalam keterangan unggahannya, Nicky membuka dengan kalimat duka, "Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Telah berpulang kepangkuanMu ya Robb. Adik kesayanganku." Ia lalu memanjatkan doa panjang untuk almarhum.
Advertisement
Doa Nicky Astria untuk Sang Adik
Nicky memohon ampunan bagi almarhum. "Ya Allah, Ya Rahman Ya Rahim, ampunilah dia," tulisnya. Ia juga meminta agar Allah SWT merahmati, menyelamatkan, dan memaafkan sang adik, serta melapangkan kuburnya.
Nicky berharap almarhum ditempatkan di surga dan dilindungi dari azab kubur serta siksa neraka. Doa itu ia tutup dengan "Aamiin ya mujibassaillin".
Bisikan Terakhir untuk Saki
Nicky juga membagikan momen sebelum sang adik berpulang. "Tadi siang setelah berdoa berharap kesembuhan. Sempet aku bisikkin 'aku nya'ah kamu saki' (aku sayang kamu)," tulisnya. Menurut Nicky, kabar duka datang tak lama setelahnya. "Dan sorenya sudah ....ga ada. Dan ya emang alm udah ga sakit lagi," lanjutnya.
Kehilangan tersebut terasa sangat berat bagi sang kakak. "Ya Allah yg ini sakit banget rasanya. Maafin kakakmu ini ya Saki," tulis Nicky. Dalam keterangan unggahan itu, ia tidak menyebutkan penyebab meninggalnya Saki maupun rencana pemakaman.
Mengenal Sosok Nicky Astria
Nicky Astria adalah penyanyi rock asal Bandung, Jawa Barat, yang lahir dengan nama Nicky Nastiti Karya Dewi pada 18 Oktober 1967. Menurut Wikipedia, ia anak keempat dari lima bersaudara dan satu-satunya perempuan, putri seorang guru dan ibu yang berprofesi sebagai musisi tradisional.
Nicky mulai bernyanyi pada 1975 ketika keluarganya tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia. Pada 1984 ia menandatangani kontrak dengan AMK Records. Album pertamanya kurang berhasil, tetapi album kedua dan ketiga, Jarum Neraka dan Tangan-Tangan Setan, mengantarkannya meraih sukses.
Kedua lagu itu, yang dirilis pada 1985, masuk daftar lagu Indonesia terbaik versi Rolling Stone Indonesia pada 2009. The Jakarta Post pernah menyebutnya salah satu bintang musik terbesar Indonesia pada akhir 1980-an, sementara gitaris Ian Antono menilainya penyanyi pop rock perempuan terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.