TNI Rebut 8 Senjata dari OPM

Informasi mengenai penyitaan senjata itu disampaikan berdasarkan laporan Pangkogabwilhan kepada Panglima TNI.

oleh SupriatinDiterbitkan 27 September 2026, 23:22 WIB
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. (Foto: Puspen TNI).

Liputan6.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyebut operasi penindakan terhadap kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua terus menunjukkan perkembangan. Dalam operasi tersebut, TNI berhasil merebut delapan pucuk senjata yang sebelumnya dikuasai kelompok OPM.

“Tadi laporan dari Pangkogabwilhan (Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan) sudah mendapatkan delapan pucuk senjata, ada jenis SS1 V1 yang direbut oleh OPM dari satuan TNI, delapan pucuk,” kata Agus saat ditemui di Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Agus menyampaikan perkembangan itu saat ditanya mengenai tindak lanjut operasi TNI untuk mengejar pihak yang diduga berada di balik sejumlah kejadian yang menewaskan warga sipil di Papua.

Namun, Agus belum merinci identitas pihak yang telah diidentifikasi maupun lokasi pengamanan delapan pucuk senjata tersebut.

Menurut Agus, informasi mengenai penyitaan senjata itu disampaikan berdasarkan laporan Pangkogabwilhan kepada Panglima TNI. Salah satu senjata yang berhasil direbut merupakan jenis SS1 V1 yang sebelumnya dikuasai OPM setelah direbut dari satuan TNI.

4 Anggota OPM Disebut Tewas

Sebelumnya, Komando Operasi (Koops) TNI Habema melaporkan empat anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan personel TNI di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026).

Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan kelompok bersenjata tersebut diduga merupakan OPM Kodap VIII/Intan Jaya yang dipimpin Daniel Aibon Kogoya.

Dalam operasi tersebut, personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi kontak senjata. Barang-barang itu antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang yang dilengkapi alat bidik Trijicon, serta 50 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter.

Selain itu, TNI menyita satu magazen SS2 V1, alat komunikasi, telepon seluler, serta sejumlah perlengkapan lapangan lainnya.

Keterangan mengenai empat anggota OPM yang tewas dan barang yang disita tersebut disampaikan Koops TNI Habema dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya