Liputan6.com, Jakarta - Vonis Komite Independen Premier League terhadap Manchester City kini tinggal menunggu waktu. Sebelumnya, The Citizens resmi dinyatakan bersalah atas 114 dari total 115 tuduhan dalam rentang waktu 2009-2018.
Dakwaan Man City mencuat akibat sosok bernama Rui Pinto. Hidup Rui Pinto dikabarkan tak pernah tenang setelah ini.
Advertisement
Ia sempat ditangkap di Hungaria dan bahkan mendekam di balik jeruji besi pada 2019. Enam tahun berselang, sang hacker komputer tersebut berada dalam penjagaan ketat kepolisian dan lokasinya masih menjadi misteri.
Kendati demikian, ia disebut telah mengetahui putusan Liga Inggris terkait keterjeratan Manchester City. Rui Pinto dilaporkan mengaku lega dan melihat vonis tersebut sebagai keputusan yang bersejarah dalam Premier League.
The Citizens kini menunggu ketetapan mengenai hukuman apa yang akan diberikan kepada mereka. Meski sejumlah petinggi klub yakin bahwa tak akan ada hukuman berat, pengurangan poin hingga degradasi tetap menjadi opsi yang membayangi.
Penipuan Laporan Keuangan
Salah satu fakta penting yang diungkap Rui Pinto adalah dugaan kecurangan The Citizens terkait laporan keuangan. Melalui website Football Leaks miliknya, Pinto membocorkan sejumlah dokumen rahasia klub terkait berbagai transaksi keuangan yang dinilai janggal.
Meski Rui Pinto diadili sebagai pelaku kejahatan dan berakhir dipenjara, tindakannya pada akhirnya berujung pada investigasi Komite Independen Premier League terhadap Manchester City. Arsip 9 musim yang bocor tersebut kini membuat The Citizens menghadapi 114 putusan.
Vonis Bersejarah Liga Inggris
Bagi Pinto, kabar ditetapkannya Manchester City sebagai pihak yang bersalah merupakan sebuah kemenangan. The Citizens dianggap tak lagi mengakali peraturan finansial, tetapi sepenuhnya memanipulasi struktur keuangan mereka.
“Penipuan yang dirancang secara cermat itu akhirnya akan berujung pada hukuman,” ujar Pinto. “Ini tidak hanya akan menimbulkan dampak yang remeh, tetapi juga akan menghancurkan klub itu sendiri,” lanjutnya.
Sanksi Berat Menanti
Belum ada kepastian mengenai hukuman apa yang akan diberikan Komite Independen Premier League kepada Manchester City. Kemungkinannya meliputi pengurangan poin, larangan transfer pemain, dan degradasi sebagai opsi terakhir yang paling berat.
Di sisi lain, Pinto bersama timnya telah dibebaskan sejak bulan Agustus dalam persidangan kedua yang melibatkan 241 dakwaan. Meski saat ini ia bekerja sama dengan Kepolisian Portugal dalam mengungkap kasus serupa, Pinto masih bisa menghadapi proses hukum lebih lanjut.