Informan Kasus Pelanggaran Manchester City Angkat Bicara Soal Vonis 115 Tuduhan

Usai sempat mendekam di penjara karena membocorkan kecurangan Manchester City, sang penyebar informasi tanggapi putusan 115 dakwaan.

oleh Deniz AkbarDiterbitkan 27 September 2026, 16:00 WIB
Bek Manchester City asal Kroasia, Josko Gvardiol, merayakan gol bersama rekan setimnya setelah tinjauan VAR mengesahkan golnya pada laga Premier League melawan Bournemouth di Stadion Etihad, Manchester, 23 Agustus 2026. (Darren Staples/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Vonis Komite Independen Premier League terhadap Manchester City kini tinggal menunggu waktu. Sebelumnya, The Citizens resmi dinyatakan bersalah atas 114 dari total 115 tuduhan dalam rentang waktu 2009-2018.

Dakwaan Man City mencuat akibat sosok bernama Rui Pinto. Hidup Rui Pinto dikabarkan tak pernah tenang setelah ini.

Ia sempat ditangkap di Hungaria dan bahkan mendekam di balik jeruji besi pada 2019. Enam tahun berselang, sang hacker komputer tersebut berada dalam penjagaan ketat kepolisian dan lokasinya masih menjadi misteri.

Kendati demikian, ia disebut telah mengetahui putusan Liga Inggris terkait keterjeratan Manchester City. Rui Pinto dilaporkan mengaku lega dan melihat vonis tersebut sebagai keputusan yang bersejarah dalam Premier League.

The Citizens kini menunggu ketetapan mengenai hukuman apa yang akan diberikan kepada mereka. Meski sejumlah petinggi klub yakin bahwa tak akan ada hukuman berat, pengurangan poin hingga degradasi tetap menjadi opsi yang membayangi.


Penipuan Laporan Keuangan

Pemilik Manchester City, Sheikh Mansour. (AFP/Andrew Yates)

Salah satu fakta penting yang diungkap Rui Pinto adalah dugaan kecurangan The Citizens terkait laporan keuangan. Melalui website Football Leaks miliknya, Pinto membocorkan sejumlah dokumen rahasia klub terkait berbagai transaksi keuangan yang dinilai janggal.

Meski Rui Pinto diadili sebagai pelaku kejahatan dan berakhir dipenjara, tindakannya pada akhirnya berujung pada investigasi Komite Independen Premier League terhadap Manchester City. Arsip 9 musim yang bocor tersebut kini membuat The Citizens menghadapi 114 putusan.


Vonis Bersejarah Liga Inggris

Setelah sempat lolos dari sanksi UEFA pada tahun 2020 akibat pelanggaran aturan finansial, Manchester City kembali tersandung masalah yang sama yang kali ini didakwakan oleh Premier League selaku operator Liga Inggris. Klub Manchester Biru itu terindikasi telah melakukan manipulasi laporan keuangan dalam waktu 9 tahun mulai 2009 hingga 2018. Jika pada 2020 Man City hanya lolos dari dakwaan UEFA berupa larangan bertanding di kompetisi UEFA setelah memenangi banding lewat Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), maka kali ini sanksi yang menunggu klub milik Sheikh Mansour ini tergolong berat. Berikut deretan sanksi yang bisa dijatuhkan Premier League kepada Man City jika terbukti bersalah. (AFP/Oli Scarff)

Bagi Pinto, kabar ditetapkannya Manchester City sebagai pihak yang bersalah merupakan sebuah kemenangan. The Citizens dianggap tak lagi mengakali peraturan finansial, tetapi sepenuhnya memanipulasi struktur keuangan mereka.

“Penipuan yang dirancang secara cermat itu akhirnya akan berujung pada hukuman,” ujar Pinto. “Ini tidak hanya akan menimbulkan dampak yang remeh, tetapi juga akan menghancurkan klub itu sendiri,” lanjutnya.


Sanksi Berat Menanti

Selebrasi pelatih Manchester City, Pep Guardiola bersama sang pemilik klub, Khaldoon al-Mubarak dalam perayaan gelar Liga Inggris 2022/2023 setelah laga pekan terakhir menghadapi Chelsea di Etihad Stadium, Manchester(21/5/2023). (AFP/Oli Scarff)

Belum ada kepastian mengenai hukuman apa yang akan diberikan Komite Independen Premier League kepada Manchester City. Kemungkinannya meliputi pengurangan poin, larangan transfer pemain, dan degradasi sebagai opsi terakhir yang paling berat.

Di sisi lain, Pinto bersama timnya telah dibebaskan sejak bulan Agustus dalam persidangan kedua yang melibatkan 241 dakwaan. Meski saat ini ia bekerja sama dengan Kepolisian Portugal dalam mengungkap kasus serupa, Pinto masih bisa menghadapi proses hukum lebih lanjut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya