Liputan6.com, Jember Isak tangis menyambut kedatangan jenazah Mahmud Sahudi (43), salah satu dari empat warga Jember yang menjadi penumpang KM Virgo Transport 8 saat tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, di rumah duka Desa Sumberejo, Jember.
"Satu korban meninggal dunia asal Jember teridentifikasi dan langsung dipulangkan dengan pendampingan BPBD Jawa Timur untuk dimakamkan di TPU Penthong Sono," ujar Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, Minggu (27/9/2026)
Advertisement
Berdasarkan manifest penumpang, empat warga Jember berada di atas KMP Virgo Transport 8 saat insiden terjadi.
"Keempatnya bekerja sebagai pengemudi dan kernet truk ekspedisi," kata Edy.
Mereka yakni Mahmud Sahudi (43), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, yang merupakan kernet truk bernomor polisi L 8655 NB dari Ekspedisi Riki; Niki Armi Minamri Robby (34), warga Desa Karangduren, Kecamatan Balung, sopir truk ikan dari Ekspedisi Ghaniy; M. Abdul Rosyid (30), warga Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, kernet truk ikan dari Ekspedisi Ghaniy; serta Avejaya Ruddinka (44), warga Desa Seputih, Kecamatan Mayang, kernet truk bernomor polisi AD 8807 NA dari Ekspedisi BMT.
Dari empat warga tersebut, Mahmud Sahudi telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Niki Armi Minamri Robby, M. Abdul Rosyid, dan Avejaya Ruddinka masih dalam pencarian.
Hingga kini, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan tiga korban lainnya.
Sebagai bentuk kepedulian, BPBD bersama Dinas Sosial Kabupaten Jember telah menyerahkan bantuan logistik berupa paket sembako kepada keluarga almarhum Mahmud Sahudi, sekaligus menyampaikan belasungkawa mendalam dari pemerintah daerah.
BPBD Jember menegaskan akan terus berkoordinasi intensif dengan BASARNAS Pos SAR Jember dan BPBD Jawa Timur untuk memantau perkembangan pencarian tiga korban yang belum
Operasi SAR Korban KM Virgo Diperpanjang Lagi 7 Hari
Sebelumnya, operasi SAR korban KM Virgo Transport 8 diperpanjang lagi selama tujuh hari ke depan, setelah pencarian memasuki hari ke-14. Sebelumnya perpanjang pencarian sudah dilakukan selama tujuh hari sejak operasi dimulai, Minggu (13/9/2026) silam.
Perpanjangan masa operasi SAR itu, diutarakan Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-14 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu malam (26/9/2026).
Kami putuskan mungkin akan kami perpanjang lagi sampai dengan tujuh hari ke depan, tapi akan kita evaluasi setiap tiga hari," katanya.
Dia mengatakan, evaluasi setiap tiga hari selama masa perpanjangan operasi SAR untuk menentukan langkah pencarian selanjutnya.
Pada hari ke-14 operasi SAR, Basarnas juga menarik KN SAR Pacitan yang digunakan sebagai kapal tender di tengah Laut Jawa untuk kembali ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
"KN SAR Pacitan akan kami tarik dulu ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Kemudian nanti akan kami gantikan dengan KN SAR Purworejo yang baru saja datang dari Tanjung Pinang," ujar Yudhi.
Pergantian KN SAR Pacitan dengan KN SAR Purworejo tersebut dilakukan sebagai perkuatan dalam pelaksanaan operasi SAR KM Virgo Transport 8 yang memasuki masa perpanjangan operasi berikutnya.
Yudhi menegaskan perkembangan operasi akan terus dievaluasi secara berkala selama masa perpanjangan tujuh hari untuk melihat pelaksanaan pencarian terhadap korban KM Virgo Transport 8.
Pada operasi SAR hari ke-14, tim SAR gabungan berhasil menemukan lagi 11 jasad korban KM Virgo, terdiri atas empat jasad melalui penyelaman di dalam bangkai kapal di Laut Jawa, serta tujuh jasad dari perairan Kalimantan Tengah, masing-masing empat temuan di Kabupaten Sukamara, dua di Kabupaten Seruyan, dan satu di Sungai Cabang, Pangkalan Bun.
Hingga hari ke-14 operasi SAR, Sabtu, pukul 20.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 172 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 64 orang meninggal dunia, sementara 71 korban masih proses pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.