Liputan6.com, Jakarta - Pameran komponen dan aftermarket otomotif berskala internasional, Automechanika Jakarta (AMJKT) 2026, resmi digelar untuk pertama kalinya di Indonesia. Ajang ini, jadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi, mitra rantai pasok, sekaligus pusat regional investasi industri otomotif.
Beragam kegiatan juga dihadirkan di pameran yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten, termasuk mengajak para peserta atau exhibitor untuk melakukan tur industri Tanah Air.
Advertisement
Salah duanya, adalah dengan mengunjungi fasilitas uji coba kendaraan terbesar di Asia Tenggara, yaitu Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB), yang dilengkapi dengan lintasan uji canggih untuk menyimulasikan kondisi berkendara yang sesungguhnya.
Selain itu, para peserta juga diajak untuk mengunjungi pabrik Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang berlokasi di Cakung, Jakarta Timur.
Di tempat yang disebut Vehicle Testing and Certification Center (VTCC), yang berlokasi di Kawasan Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, perwakilan paviliun luar negeri, seperti China, India, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Uni Eropa ini diajak berkeliling dan melihat fasilitas pengujian kendaraan berstandar internasional.
BPLJSKB beroperasi berdasarkan Peraturan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNR) yang ketat, sehingga membantu kendaraan buatan Indonesia memenuhi standar global untuk kebutuhan ekspor.
Fasilitas ini juga mendukung pengujian kendaraan listrik, yang mencerminkan langkah Indonesia menuju transportasi ramah lingkungan.
Dijelaskan Iman Sukandar, Kepala BPLJSKB, fasilitas uji kendaraan ini memiliki lahan seluas 90 hektar, yang boleh dikatakan terbesar dan paling komprehensif di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.
"Kami menawarkan para peserta pameran Automechanika, untuk memanfaatkan fasilitas pengujian maupun melakukan sertifikasi produk-produknya. Pastinya kami menjamin profesionalitas yang kami tawarkan," tegasnya, saat menyambut rombongan dari peserta Automechanika.
Fasilitas Uji Kendaraan Berstandar Global
Sementara itu Head of Passive Safety VTCC, Aris menyampaikan, fasilitas ini diresmikan pada 26 Maret 1988.
"Sebelumnya hanya kami yang bisa mengetes mobil impor, namun sejak 2022 menjadi PSA, dan layanan kami sekarang menerima riset dan pengembangan," tegasnya.
Para peserta diajak melihat fasilitas BPLJKSB ini, mulai dari fasilitas High Speed Oval Track, yang digunakan untuk menguji stabilitas pada kecepatan tinggi, daya tahan mesin, dan akurasi speedometer.
Lalu, terdapat juga fasilitas Noise Emission Loop Track, bertujuan untuk mengukur emisi kebisingan kendaraan secara presisi.
Kemudian, peserta juga diajak melihat ada fasilitas Low Friction Braking Track & Test Hills, untuk uji pengereman di berbagai jenis permukaan jalan.
Lalu Test Hills, untuk menilai kemampuan pengereman di tanjakan dan turunan. Tersedia Dynamic Area, untuk mengevaluasi stabilitas kendaraan selama bermanuver.
Setelah berkeliling, rombongan Automechanika diajak melihat Passive Safety Lab, menguji fitur keselamatan pasif yang ada pada kendaraan.