Lebih dari 230 Juta HP Murah bakal Hilang di Pasar Akibat AI

AI ikut mendorong kenaikan biaya komponen HP, terutama memori dan chipset. Apa saja dampaknya kepada pasar HP?

oleh Muhammad Yudha PratamaDiterbitkan 28 September 2026, 14:00 WIB
Harga HP Android Murah (sumber: istockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Ledakan kebutuhan komponen untuk AI diperkirakan ikut menekan pasar HP murah. Segmen dengan harga di bawah USD 200 atau sekitar Rp 3,58 juta bahkan diprediksi menyusut hingga 40% pada 2030.

“Pasar smartphone akan pulih dari sisi jumlah unit, tetapi segmen terjangkau tidak akan kembali seperti sebelumnya,” ujar analis Counterpoint Research, Yang Wang, sebagaimana dikutip dari The Register, Senin (28/9/2026). 

Menurut Counterpoint Research, lembaga riset pasar yang banyak mengamati industri teknologi dan smartphone, pengiriman HP di bawah USD 200 diperkirakan turun sekitar 40% antara 2025 dan 2030. Penurunan ini setara dengan lebih dari 230 juta unit per tahun yang diprediksi hilang dari pasar pada akhir periode itu.

Salah satu penyebabnya adalah kenaikan harga memori dan chipset. Standar spesifikasi minimum yang semakin tinggi serta margin keuntungan yang tipis juga membuat produsen lebih berhati-hati dalam mempertahankan lini HP murah.

Kondisi ini berbeda dengan pasar HP secara keseluruhan. Volume penjualan global pada 2030 diperkirakan kembali mendekati level 2025, tetapi segmen harga rendah justru terus menyusut.

Tekanan itu berkaitan erat dengan kebutuhan industri AI. Produsen chip kini lebih banyak memprioritaskan pembuatan komponen untuk infrastruktur AI, sehingga jumlah komponen yang tersedia untuk perangkat seperti HP ikut berkurang.

Dampak kenaikan biaya paling terasa pada memori DRAM dan NAND. Kenaikan harga komponen tersebut membuat biaya produksi perangkat murah ikut meningkat.

Dampak kepada Produsen HP

Bagi produsen, situasi ini menjadi persoalan karena komponen mengambil porsi cukup besar dari biaya pembuatan HP. Sedikit kenaikan harga saja bisa membuat perangkat entry-level semakin sulit dijual dengan harga rendah.

Segmen mid-range diperkirakan menjadi salah satu fokus utama produsen pada 2030. Mereka diprediksi lebih banyak meluncurkan HP dengan spesifikasi lebih tinggi dan harga yang ikut meningkat.

Persaingan di kelas ini bisa berlangsung melalui desain, kamera, baterai, hingga ketahanan perangkat. Sementara itu, HP premium diperkirakan tetap menjadi salah satu sumber pertumbuhan nilai pasar.

Peralihan ke HP Bekas dan Refurbished

Perubahan cara saing pasar HP juga dapat memengaruhi konsumen berpenghasilan rendah. Mereka mungkin memilih HP yang lebih mahal, mempertahankan perangkat lama, atau beralih ke pasar HP bekas dan refurbished.

Kenaikan harga komponen penyimpanan dan RAM akhir-akhir ini memang menjadi perhatian, bahkan memiliki istilah baru yang disebut RAMageddon.

Pada akhirnya, pasar HP secara keseluruhan masih diperkirakan tetap besar. Namun, komposisinya bisa berubah dengan porsi HP murah yang semakin kecil dan kelas menengah serta premium yang mengambil bagian lebih besar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya