Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bandar Lampung memberhentikan sementara operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung.
Penghentian sementara atau suspend dilakukan setelah puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Terusan Nunyai dan Selagai Lingga diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (24/9/2026).
Advertisement
Kepala KPPG Bandar Lampung Achmad Hery Setiawan membenarkan penghentian sementara operasional kedua SPPG tersebut.
"Iya benar, sudah disuspend SPPG di Selagai Lingga dan SPPG di Terusan Nunyai, Lampung Tengah, pasca puluhan siswa SD di sana mengalami keracunan usai diduga menyantap MBG," kata Achmad Hery saat dikonfirmasi Liputan6.com, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Achmad Hery, langkah tersebut merupakan bagian dari penanganan dan evaluasi penyelenggaraan program MBG setelah muncul dugaan gangguan kesehatan pada puluhan siswa di dua kecamatan tersebut.
Dia juga mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan program MBG serta memberikan masukan untuk memperbaiki tata kelola dapur SPPG.
"Kami mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga dan memberikan masukan positif untuk dapur SPPG. Kami tidak antikritik dan membuka ruang masukan selebar-lebarnya dari masyarakat terhadap perbaikan tata kelola kami," ujarnya.
Achmad Hery mengatakan kejadian tersebut juga menjadi bahan evaluasi internal agar penyelenggaraan program MBG ke depan dapat berjalan lebih baik.
"Ini juga menjadi autokritik untuk kami agar lebih baik lagi," imbuhnya.
33 Siswa di Terusan Nunyai Diduga Keracunan MBG
Sebelumnya, sebanyak 33 siswa SDN 1 dan SDN 2 Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah, mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah menyantap makanan MBG.
Para siswa dilaporkan mengalami pusing, mual, muntah hingga lemas. Beberapa siswa bahkan sempat tidak sadarkan diri dan harus mendapatkan penanganan medis.
Kepala Puskesmas Bandaragung Yunus mengatakan, hingga Kamis (24/9/2026) pukul 17.00 WIB, sebanyak 33 siswa telah mendapatkan penanganan medis.
"Dari 33 siswa yang mendapat penanganan medis, sebanyak 22 siswa mengalami gejala ringan dan diperbolehkan menjalani rawat jalan," kata Yunus, Jumat (25/9/2026).
Sementara itu, tiga siswa masih menjalani rawat inap di Puskesmas Bandaragung. Dua siswa lainnya masuk Unit Gawat Darurat (UGD) untuk menjalani observasi.
Adapun empat siswa dengan gejala sedang hingga berat dirujuk ke RS Yukum Medical Center (YMC) Bandarjaya untuk mendapatkan penanganan lebih intensif.
Keluhan para siswa mulai muncul sekitar pukul 08.30-09.00 WIB, tidak lama setelah mereka menyantap makanan dan meminum susu kemasan yang disediakan dalam program MBG.
Tenaga pendidik SDN 1 Gunung Agung, Rifai, mengatakan para siswa mulai mengeluhkan pusing dan mual hebat saat jam istirahat atau pergantian pelajaran.
Meski demikian, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan seperti biasa. Pembagian MBG di kedua sekolah dihentikan sementara sebagai langkah antisipasi.
26 Siswa di Selagai Lingga Diduga Terdampak
Kasus serupa terjadi di SDN 1 Taman Sari, Kecamatan Selagai Lingga. Sebanyak 26 siswa diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG yang dibagikan pada Kamis (24/9/2026).
Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP Muhammad Prenanta Al Ghazali mengatakan para siswa mulai mengalami gejala sekitar pukul 10.00 WIB setelah makanan didistribusikan ke sekolah.
"Sebanyak 26 siswa terindikasi mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG)," kata Prenanta, Jumat (25/9/2026).
Menu yang dikonsumsi para siswa terdiri dari nasi putih, ayam krispi, lalapan selada dan timun, tahu goreng, serta buah salak. Untuk porsi besar, makanan juga dilengkapi sambal goreng.
Polisi sementara menduga kejadian tersebut berkaitan dengan konsumsi daging ayam dalam menu MBG. Namun, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
Makanan tersebut dipasok SPPG Gedung Harta, Kecamatan Selagai Lingga, yang dikelola Yayasan Panata Alam Bersama.
Dari total 163 porsi makanan yang didistribusikan ke SDN 1 Taman Sari, sebanyak 26 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan.
Hingga laporan kepolisian diterima, satu siswa masih menjalani observasi medis di Puskesmas Karang Anyar.
Polisi masih melakukan pendataan terhadap penerima manfaat yang berpotensi terdampak sekaligus melakukan mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya jumlah siswa yang mengalami keluhan.