Liputan6.com, Jakarta - Empat unit kondominium mewah yang terkait dengan kasus pencucian uang terbesar di Singapura terjual dengan total 16,28 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 227,9 miliar (estimasi kurs Rp 13.998 per dolar Singapura) dalam lelang pada Rabu lalu.
Dikutip dari VnExpress International, Sabtu (26/9/2026), empat properti tersebut menjadi satu-satunya aset yang berhasil menemukan pembeli dari sekitar 20 properti yang ditawarkan dalam dua lelang berbeda.
Advertisement
Empat unit itu masing-masing berada di Martin Modern, kawasan District 9 yang merupakan salah satu area premium Singapura, serta Wallich Residence di kawasan bisnis Tanjong Pagar.
Di Martin Modern, satu unit apartemen dengan dua kamar tidur terjual 2,12 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 29,7 miliar. Sementara unit lainnya yang berada di lantai 17 laku 2,08 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 29,1 miliar.
Adapun di Wallich Residence, satu apartemen dengan tiga kamar tidur terjual 6,6 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 92,4 miliar. Unit lainnya dilepas melalui lelang dengan harga 5,48 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 76,7 miliar.
Pemerintah Singapura diketahui berencana melelang lebih dari 80 properti sebagai bagian dari upaya mencairkan aset yang telah disita dalam penyelidikan kasus tersebut.
Daftar yang Disita Pemerintah
Kasus pencucian uang tersebut mencuat setelah Kepolisian Singapura menggelar penggerebekan di berbagai lokasi pada Agustus 2023. Operasi itu merupakan bagian dari penyelidikan kasus pencucian uang dan berujung pada penangkapan 10 warga negara asing.
Seluruh terdakwa kemudian dinyatakan bersalah dan telah dideportasi.
Kasus tersebut diperkirakan melibatkan dana sekitar 3 miliar dolar Singapura. Dalam proses penyelidikan, polisi menyita atau mengambil alih aset non-tunai senilai sekitar 1,25 miliar dolar Singapura, termasuk kendaraan, properti, karya seni, jam tangan, perhiasan, emas batangan, tas mewah, serta minuman beralkohol.
Secara keseluruhan, pemerintah menyita 207 properti dan 77 kendaraan, serta lebih dari 1,45 miliar dolar Singapura yang tersimpan di rekening bank dan lebih dari 76 juta dolar Singapura dalam bentuk uang tunai berbagai mata uang.
Selain itu, aparat juga menyita ribuan botol minuman keras dan wine, mata uang kripto senilai lebih dari 38 juta dolar Singapura, 68 emas batangan, 483 tas mewah, 169 jam tangan bermerek, serta 580 perhiasan.