Liputan6.com, Jakarta - Era Zinedine Zidane bersama Timnas Prancis dimulai dengan kemenangan. Les Bleus mengalahkan Turki 1-0 pada laga pembuka UEFA Nations League 2026-27 melalui gol Kylian Mbappe.
Kemenangan tersebut menjadi awal manis perjalanan Zidane setelah Didier Deschamps mengakhiri masa kepelatihannya usai Piala Dunia 2026. Namun, Prancis belum tampil meyakinkan dan harus bekerja keras menghadapi perlawanan Turki.
Advertisement
Hasil positif tetap memberikan sejumlah petunjuk mengenai arah yang ingin dibawa Zidane. Ada tiga hal penting yang terlihat dari pertandingan pertamanya di pinggir lapangan sejak meninggalkan Real Madrid pada 2021.
Mbappe Kembali ke Sisi Kiri
Salah satu keputusan Zidane yang langsung terlihat adalah menempatkan Mbappe di posisi sayap kiri. Posisi tersebut sudah lama menjadi area favorit sang kapten Prancis meski dalam beberapa tahun terakhir ia lebih sering bermain sebagai penyerang tengah.
Ousmane Dembele mengisi posisi penyerang tengah, sementara Michael Olise bermain dari sisi kanan. Pola tersebut memberi ruang kepada Mbappe untuk bergerak dari kiri dan mencari celah menuju area berbahaya.
Gol kemenangan Prancis juga lahir dari kombinasi tersebut. Tekanan Dembele memaksa Turki kehilangan bola, kemudian Olise menemukan Mbappe yang berada dalam posisi bebas untuk mencetak gol.
Namun, Mbappe mengalami cedera dalam proses tersebut dan harus meninggalkan pertandingan. Kondisi tersebut menjadi persoalan penting bagi Zidane jika sang kapten tidak dapat tampil pada laga berikutnya.
Cherki Mendapat Peran Lebih Besar
Keputusan lain yang menarik perhatian adalah kehadiran Rayan Cherki dalam susunan pemain utama. Gelandang serang Manchester City itu sebelumnya lebih banyak berada di bangku cadangan sepanjang Piala Dunia 2026.
Cherki bermain sebagai pemain nomor 10, sedangkan Olise berada di sisi kanannya. Kombinasi keduanya menjadi salah satu sumber kreativitas utama Prancis ketika berusaha membongkar pertahanan Turki yang rapat.
Zidane tampaknya ingin menempatkan pemain-pemain dengan kemampuan teknis tinggi secara bersamaan. Cherki sendiri datang dengan catatan enam kontribusi gol dalam tujuh pertandingan awal musim bersama Manchester City.
Zidane Tidak Mengubah Fondasi Prancis
Debut tersebut juga memperlihatkan bahwa Zidane tidak terburu-buru melakukan perubahan besar. Struktur utama yang dibangun pada era Deschamps masih dipertahankan dengan beberapa penyesuaian di lini serang.
Adrien Rabiot dan Manu Kone tetap menjadi pasangan di lini tengah. Jules Kounde dan Dayot Upamecano juga mempertahankan posisi mereka di pertahanan, sementara Maxence Lacroix menggantikan William Saliba yang cedera.
Pendekatan tersebut cukup masuk akal mengingat Prancis memiliki banyak pemain berkualitas. Tantangan terbesar Zidane bukan membangun ulang tim, melainkan menemukan cara agar potensi lini serang mereka dapat keluar secara maksimal.
Melawan Turki, Prancis belum mampu memberikan tekanan secara konsisten. Serangan mereka bahkan terlihat lambat dalam sebagian besar pertandingan sehingga Zidane masih memiliki pekerjaan besar untuk membuat Les Bleus lebih tajam.
Kemenangan menjadi modal awal yang positif, tetapi laga perdana juga memperlihatkan bahwa era Zidane masih membutuhkan proses. Penempatan Mbappe, peran Cherki, serta upaya mempertahankan fondasi lama menjadi tiga petunjuk awal mengenai arah Prancis di bawah pelatih baru tersebut.
Sumber: Sports Illustrated