Apple Perpanjang Lisensi Paten Qualcomm hingga 2027

Meski mulai memakai modem buatan sendiri, Apple resmi memperpanjang perjanjian lisensi paten Qualcomm mulai April 2027.

oleh Aisyah Mustika ZamaniDiterbitkan 28 September 2026, 12:00 WIB
Perusahaan teknologi Apple (Foto: Laurenz Heymann/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Apple dan Qualcomm resmi memperpanjang perjanjian lisensi paten global. Sebelumnya, kontrak tersebut ditandatangani pada 2019 dengan tanggal efektif mulai 1 April 2027.

Langkah ini memastikan kerja sama teknologi komunikasi seluler kedua raksasa teknologi tersebut tetap berlanjut, meskipun Apple terus mengembangkan komponen modem sendiri. Demikian sebagaimana diwartakan Apple Insider, Senin (28/9/2026).

Qualcomm mengumumkan perpanjangan kontrak ini secara singkat tanpa memberikan rincian finansial maupun durasi pasti dari perjanjian baru itu.

Perjanjian sebelumnya memiliki masa berlaku awal lima tahun, dengan opsi perpanjangan selama dua tahun, yaitu akan berakhir pada Maret 2027.

“Kami senang dapat memperpanjang perjanjian lisensi dengan Apple," ujar Executive Vice President dan General Manager Qualcomm Technology Licensing, John Han.

Pada Januari 2017, Apple mengajukan gugatan terhadap Qualcomm atas tuduhan monopoli, monopsoni, dan penahanan dana royalti senilai hampir USD 1 miliar (sekitar Rp 17,9 triliun).

Qualcomm disebut bersikeras membebankan biaya lima kali lebih tinggi dibandingkan gabungan pemilik paten seluler lainnya.

Pembalasan Qualcomm kepada Apple

Qualcomm membalas gugatan tersebut dengan menuduh Apple melanggar kontrak dan membagikan rahasia dagang teknologi modem milik Qualcomm kepada Intel.

Konflik mereda pada 2019 ketika keduanya sepakat menyelesaikan di luar pengadilan dan menandatangani perjanjian lisensi selama lima tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun.

Tidak diketahui pasti berapa biaya yang dibayarkan Apple untuk setiap iPhone dengan chip Qualcomm, mulai dari model awal hingga iPhone 18 Pro Max versi Amerika Serikat (AS).

Diperkirakan perusahaan asal Cupertino ini membayar biaya antara USD 8 (sekitar Rp 143 ribuan) hingga USD 9 (sekitar Rp 161 ribuan) per perangkat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya