Liputan6.com, Jakarta - BYD Seagull atau yang dikenal di Indonesia sebagai BYD Atto 1 tengah memasuki tahap pengujian untuk generasi terbarunya. Mobil listrik yang sebelumnya dikenal sebagai city car mungil tersebut bakal mengalami perubahan cukup signifikan, terutama dari sisi desain dan dimensi.
Generasi terbaru BYD Seagull kini disebut tumbuh menjadi sebuah hatchback listrik dengan kapasitas lima penumpang. Bahkan, panjang bodinya dilaporkan mencapai lebih dari 4,2 meter.
Advertisement
Perubahan tersebut membuat proporsi generasi kedua BYD Seagull jauh berbeda dibandingkan model sebelumnya yang memiliki dimensi lebih kompak.
Mengutip CarNewsChina, Sabtu (26/9/2026), media otomotif China menjuluki model anyar tersebut sebagai "Great Seagull" atau Burung Camar Besar. Julukan ini mengacu pada peningkatan dimensi yang cukup signifikan dibandingkan BYD Seagull generasi pertama.
Perubahan ukuran ini sebelumnya telah terungkap melalui dokumen regulasi yang didaftarkan BYD ke Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) China.
Perubahan besar juga terlihat pada bagian kabin. BYD Seagull generasi kedua mengusung desain interior yang lebih minimalis dengan dasbor atas yang dibuat lebih datar.
Berbeda dari generasi sebelumnya, model baru ini tidak lagi menggunakan panel instrumen terpisah di depan pengemudi. Informasi berkendara dan fungsi hiburan kini dipusatkan pada layar sentuh utama berdesain floating display di tengah dasbor.
BYD juga melakukan revisi pada konsol tengah. Tuas transmisi kini dipindahkan ke bagian kolom kemudi atau menggunakan mekanisme stem shift di balik setir dua palang.
Sementara itu, konsol tengah dibuat dengan konsep floating console bertingkat. Area tersebut menyediakan dua cup holder dan tempat pengisian daya nirkabel.
Di bawah ventilasi AC, BYD turut mempertahankan sejumlah tombol fisik berbentuk horizontal. Kehadiran tombol fisik ini memberikan akses langsung terhadap sejumlah fungsi kabin tanpa harus sepenuhnya mengandalkan layar sentuh.
Berdasarkan data MIIT, BYD Seagull generasi kedua memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, serta jarak sumbu roda atau wheelbase mencapai 2.650 mm.
Sebagai perbandingan, BYD Seagull generasi pertama memiliki panjang 3.780 mm. Artinya, model generasi kedua mengalami pertambahan panjang hingga 425 mm.
Pertumbuhan dimensi tersebut membuat karakter Seagull berubah cukup drastis. Jika generasi sebelumnya lebih identik dengan city car berukuran kompak, generasi baru hadir sebagai hatchback yang menawarkan ruang kabin lebih luas dengan kapasitas lima penumpang.
Bukan hanya dimensi, sektor performa BYD Seagull generasi kedua juga mendapatkan peningkatan.
Mobil listrik ini menggunakan motor listrik tunggal berdaya 95 kW atau sekitar 127 HP yang diproduksi Zhengzhou BYD Auto Co., Ltd. Angka tersebut meningkat cukup besar dibandingkan motor listrik generasi sebelumnya yang menghasilkan 55 kW.
Untuk sumber energi, BYD menyediakan baterai berjenis lithium iron phosphate (LFP) yang diproduksi FinDreams. Terdapat dua pilihan kapasitas baterai, yakni 30 kWh dan 39,2 kWh.
Dengan baterai tersebut, jarak tempuh berdasarkan standar pengujian CLTC masing-masing mencapai 320 km dan 420 km.
Jika dikonversikan secara perkiraan ke standar WLTP, jarak tempuhnya berada di kisaran 259 km dan 340 km. Angka WLTP tersebut merupakan estimasi dan bukan angka pengujian resmi yang disebutkan dalam data spesifikasi tersebut.
BYD Seagull Baru Dilengkapi Opsi LiDAR
Salah satu peningkatan menarik terdapat pada sektor teknologi keselamatan dan bantuan berkendara.
BYD Seagull generasi kedua mendapatkan opsi sensor LiDAR yang ditempatkan di bagian atap. Sensor tersebut terintegrasi dengan sistem bantuan pengemudi DiPilot 300, yang juga dikenal sebagai God's Eye B.
Penggunaan LiDAR menjadi salah satu indikasi bahwa BYD tidak hanya meningkatkan dimensi dan performa Seagull, tetapi juga membawa teknologi bantuan berkendara yang lebih canggih ke model listrik berukuran kompak.
Sebagai gambaran, BYD Seagull generasi pertama di pasar China dipasarkan dengan harga mulai 69.900 yuan hingga 85.900 yuan.
Dengan asumsi kurs 1 yuan setara Rp2.185, harga tersebut berada di kisaran Rp 152,7 juta hingga Rp 187,6 juta. Sementara itu, BYD Dolphin di China dijual mulai 99.800 yuan atau sekitar Rp218 juta dengan asumsi kurs yang sama.
Dengan perubahan dimensi, peningkatan tenaga, pilihan baterai hingga 420 km CLTC, serta teknologi LiDAR, kehadiran BYD Seagull generasi kedua berpotensi membuat persaingan di segmen hatchback listrik ringkas di China semakin ramai.
Salah satu model yang berada di segmen tersebut adalah Geely Xingyuan (EX2), yang diposisikan sebagai salah satu kompetitor terdekat Seagull.
Meski demikian, harga resmi dan spesifikasi untuk pasar di luar China, termasuk Indonesia, masih perlu menunggu pengumuman resmi dari BYD.