Liputan6.com, Jakarta - Google Maps terkadang bisa menyarankan rute berbeda pada tiap pengguna meski berangkat (titik lokasi) dan menuju tujuan yang sama. Selisih waktunya bahkan dapat mencapai beberapa menit.
Kasus ini tentu membuat pengguna memunculkan banyak pertanyaan, terutama kenapa Google tidak menyeragamkan rute untuk semua orang.
Advertisement
Dilansir Make Use Of, Senin (28/9/2026), perbedaan rute tersebut umumnya dipengaruhi oleh kombinasi variabel algoritma real-time dan penyesuaian di dalam menu pengaturan aplikasi.
Berikut merupakan tiga pengaturan yang bisa mengubah rute perjalanan kamu.
1. Rute Hemat Bahan Bakar
Google menambahkan fitur rute hemat bahan bakar ke Maps beberapa tahun lalu dan secara otomatis sudah aktif. Fitur ini memungkinkan pengemudi diarahkan ke rute lebih hemat bahan bakar daripada rute tercepat, selama estimasi waktu kedatangannya relatif seimbang.
Cara kerjanya adalah rute dengan jalan relatif datar, batas kecepatan stabil, dan lebih sedikit titik pemberhentian akan diprioritaskan dibandingkan rute pendek yang harus melewati curam atau kemacetan.
Jika rute yang lebih efisien ini menambah waktu perjalanan sekitar 2 hingga 3 menit, Google Maps akan memilihnya secara otomatis.
Kamu bisa mengecek opsi itu melalui Pengaturan > Navigasi > Pilih rute hemat bahan bakar dan kemudian aktifkan atau nonaktifkan sesuai keinginan kamu. Pada layar pratinjau perjalanan, rute hemat bahan bakar ditandai dengan ikon daun hijau kecil.
2. Opsi Penghindaran Rute
Pengaturan rute yang dihindari sering menjadi pemicu utama perbedaan jalur secara signifikan. Fitur ini memungkinkan menghindari jenis jalan tertentu.
Misalnya Hindari Jalan Tol, memaksa aplikasi mengarahkan kamu ke jalan arteri atau pemukiman untuk menghindari tarif tol. Hindari Jalan Bebas Hambatan, digunakan untuk menghindari jalur cepat utama dan Hindari Kapal Feri agar mencari jalur darat alternatif.
Pengaturan tersebut bersifat permanen untuk perjalanan berikutnya hingga kamu mengubahnya secara manual. Kamu bisa memeriksanya lewat menu opsi pada pratinjau rute atau di Pengaturan > Navigasi > Opsi Rute.
3. Profil Kendaraan dan Mode Transportasi Utama
Selain efisiensi bahan bakar dan preferensi rute, Google Maps juga memperhitungkan jenis kendaraan yang kamu gunakan dan cara bepergian. Pengaturan ini berjalan secara diam-diam di latar belakang.
Google Maps menyediakan empat profil mesin seperti Bensin, Diesel, Hibrida, dan Listrik (EV). Mobil hibrida contohnya, mungkin akan diarahkan melewati jalanan kota karena sistem pengereman regeneratifnya lebih efisien di kemacetan, sementara mobil bensin dituntun ke jalan tol dengan kecepatan stabil.
Kamu bisa menetapkan beberapa pilihan mode transportasi utama seperti Mobil, Sepeda Motor atau Jalan Kaki. Jika masih diatur ke mode kendaraan roda dua, seringkali Google Maps memberikan saran jalur sempit atau gang kecil yang mobil susah lewati.
4. Algoritma Juga Berpengaruh
Meski dua ponsel memiliki pengaturan navigasi yang identik, rute tetap bisa menampilkan hasil berbeda jika ada selisih waktu pencarian beberapa detik saja.
Algoritma Google Maps memperbarui kondisi setiap ruas jalan utama hampir setiap menit berdasarkan data lalu lintas langsung, titik kemacetan, dan insiden kecelakaan.
Ketika jalur utama mulai padat, sistem akan secara adaptif memecah arus lalu lintas dengan mengarahkan pengguna berikutnya ke jalur alternatif. Ditambah lagi, algoritma mempelajari riwayat kecepatan mengemudi dan kebiasaan pemilihan rute dari tiap pengguna.
Jika kamu merasa aplikasi tidak berjalan dengan benar karena mengarahkan rute yang tidak biasa, kamu perlu periksa menu pengaturan navigasi ponsel terlebih dahulu.