Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia membuka langkah di Grup A Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026) pukul 20.00 WIB. Laga perdana ini menjadi tolok ukur awal pasukan John Herdman.
Di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter, komposisi skuad yang lebih komplet membuat Timnas Indonesia difavoritkan untuk mengamankan poin maksimal. Keunggulan materi dan atmosfer pertandingan diharapkan memperkuat kepercayaan diri tim.
Advertisement
Dibanding pertemuan terakhir pada Piala AFF 2026, susunan pemain kini memberi warna baru. Tiga penggawa naturalisasi disiapkan untuk menjadi pembeda ketika berhadapan dengan Singapura.
Kevin Diks Pimpin Pertahanan Garuda
Absennya Jay Idzes membuka jalan bagi Kevin Diks untuk memimpin lini belakang Timnas Indonesia. Ia diproyeksikan mengisi posisi bek tengah serta mengenakan ban kapten.
Sejak debut pada 15 November 2024, Diks telah memainkan 12 laga dan mencetak dua gol untuk Timnas Indonesia. Ketika kondisi fisiknya bugar, ia konsisten menjadi starter dan sulit tergantikan.
Rekam jejaknya di Eropa turut menambah nilai. Diks pernah membela Feyenoord, Fiorentina, Empoli, dan FC Copenhagen, sebelum kini berkarier bersama Borussia Monchengladbach.
Pengalaman bersaing di Bundesliga mengasah kapasitasnya sebagai bek modern: tangguh menjaga area sendiri sekaligus aktif membantu fase serangan.
Produktivitasnya juga menjadi ancaman tersendiri bagi Singapura, terutama melalui kepiawaian mengeksekusi penalti maupun tendangan bebas.
Thom Haye, Pengatur Irama di Tengah
Stabilitas lini tengah Timnas Indonesia banyak bertumpu pada Thom Haye. Gelandang 31 tahun yang dijuluki Profesor ini kerap dominan mengendalikan permainan dari sektor sentral.
Haye menjalani debut pada 26 Maret 2024 dan telah mengoleksi 21 penampilan serta tiga gol untuk tim Merah-Putih. Bersama Persib Bandung, ia menjadi bagian penting dorongan Indonesia menuju Piala Dunia 2026, meski upaya itu belum berbuah tiket.
Di Piala AFF 2026, Haye tak tergantikan dan tidak absen satu menit pun. Perannya sebagai gelandang jangkar memegang visi bermain serta distribusi bola.
Laga ini akan menjadi penampilan resmi FIFA pertamanya di era John Herdman. Sebelumnya, ia menjalani skorsing empat pertandingan akibat sanksi pada Kualifikasi Piala Dunia 2026.