Liputan6.com, Jakarta - Mitsubishi Power Indonesia menyebut pembangunan ekosistem hidrogen di Indonesia masih menghadapi tantangan besar, terutama dari sisi infrastruktur. Meski begitu, perusahaan tetap melihat peluang pengembangan energi berbasis hidrogen untuk mendukung target Net Zero Emission 2060.
Presiden Direktur Mitsubishi Power Indonesia Nobuhiro Kawai mengatakan, Indonesia saat ini belum memiliki infrastruktur hidrogen yang memadai.
Advertisement
"Bagaimana infrastruktur hidrogen di Indonesia sejauh ini? Kami belum memilikinya. Zero infrastructure. Tapi kami masih memiliki masa depan yang cerah untuk itu,” ujar Kawai dalam Indonesia Power Perspectives 2026, Kamis (24/9/2026).
Menurut dia, Indonesia masih memiliki waktu untuk membangun ekosistem tersebut seiring perkembangan teknologi.
Mitsubishi Power juga tengah mengembangkan teknologi turbin gas yang dapat digunakan bersama hidrogen.
"Kami masih punya waktu. Teknologi juga berkembang dari hari ke hari, jadi kami tetap optimistis,” kata dia.
Hidrogen Dibawa dalam Bentuk Amonia
Kawai menjelaskan, salah satu opsi pengembangan rantai pasok hidrogen adalah menggunakan amonia sebagai pembawa hidrogen.
“Misalnya di Indonesia dan Singapura, Singapura mengimpor amonia. Amonia merupakan salah satu cara untuk membawa hidrogen dalam bentuk NH3,” jelasnya.
Ia menambahkan, Mitsubishi Power dapat berfokus pada pengembangan turbin gas. Sementara pembangunan pipa dan fasilitas pengiriman amonia membutuhkan keterlibatan pihak lain.
“Kami bisa mengembangkan turbin gas, tetapi untuk mengembangkan jaringan pipa dan pengiriman amonia, mungkin pihak lain yang harus melakukannya,” tutur Kawai.
Turbin gas J-Series Air-Cooled (JAC) Mitsubishi Power memiliki efisiensi combined cycle lebih dari 64% dan dapat menggunakan co-firing hidrogen hingga 30% .
Mitsubishi Power menargetkan verifikasi pembakaran hidrogen 100 persen pada turbin JAC sekitar 2030. Selain itu, perusahaan telah bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung sejak 2020 untuk mengembangkan teknologi pembakaran rendah karbon dan nol karbon, termasuk riset pembakaran amonia.