Liputan6.com, Jakarta - Keluarga dari lima jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di perairan dekat Gunung Anak Krakatau menerima santunan dukungan dari 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Penyerahan bantuan ini berlangsung di aula Gedung Badan Pengaturan (BP) BUMN, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Advertisement
Salah satu penerima santunan adalah Yanti beserta anaknya. Yanti merupakan istri dari jurnalis Merdeka.com, Arie Basuki (Arbas), yang hingga saat ini keberadaannya belum ditemukan.
"Saya agak sedikit terharu, begitu banyak simpati dari rekan kerja Arbas, dari instansi pemerintah, dari gubernur, bahkan anggota DPRD datang ke rumah, saya benar-benar terharu. Segitu perhatiannya untuk menguatkan kami," ujar Yanti di Gedung BP BUMN, Kamis (24/9/2026).
Gerakan kepedulian ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Badan BUMN Tedi Bharata. Tedi menegaskan bahwa santunan tersebut diberikan bukan sebagai pengganti dari anggota keluarga yang hilang, melainkan sebagai bentuk simpati dan dukungan nyata di tengah situasi yang sulit.
"Ada kami keluarga besar BUMN yang berusaha untuk membantu, berada di dekat dan juga membantu Bapak-Ibu sekalian dalam keadaan yang tentu tidak mudah dihadapi pada saat ini," kata Tedi.
Yanti menyampaikan apresiasinya dan bertekad memanfaatkan bantuan tersebut demi menjamin kelangsungan pendidikan kedua anaknya.
"Insyaallah, bantuan ini semuanya akan saya gunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan anak-anak," tuturnya.
10 BUMN Salurkan Santunan
Di samping itu, Yanti menegaskan harapan keluarga agar proses pencarian terhadap suaminya dan korban lain tidak dihentikan. Temuan satu jenazah yang teridentifikasi sebagai Surakman sebelumnya memberi harapan baru bagi keluarga korban lainnya.
"Belum tentu mereka semua kan sudah tidak ada, mungkin saja mereka masih ada yang survive, dan itu kita berpacu dengan waktu. Harapan saya sih pencarian bisa dilanjutkan," tegas Yanti.
Ia menyerahkan seluruh takdir kepada Tuhan Yang Maha Esa, namun tetap menanti kepastian mengenai keberadaan sang suami.
"Cuma kita sebagai manusia, secara tidak ada jejak, dan suami saya juga belum ditemukan, tentunya juga butuh kepastian untuk itu. Jadi, doa, ikhtiar kami tidak pernah henti, sampai Arbas bisa ditemukan," pungkasnya.