Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melaporkan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Kendati tren titik panas (hotspot) di sejumlah provinsi Sumatra membaik, pemerintah kini mengalihkan fokus ke wilayah Kalimantan menyusul melonjaknya titik api di area tersebut.
Raja Juli menjelaskan, Riau tercatat nihil hotspot selama tiga hari berturut-turut. Penurunan juga terjadi di Jambi yang kini menyisakan satu titik, Sumatra Selatan menjadi 11 titik, serta Kalimantan Selatan yang turun dari 68 menjadi 23 titik.
Advertisement
"Jadi secara umum kalau kita lihat tren hotspot di enam provinsi itu menunjukkan angka yang terus turun ya. Riau itu udah tiga hari ini nol ya. Jambi kemarin ada enam hotspot, sekarang tinggal satu. Sumatera Selatan dari 17, jadi 11 (hotspot). Kalimantan Selatan dari 68 jadi 23," kata Raja Juli di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Namun, kondisi sebaliknya terjadi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Jumlah titik panas di kedua wilayah tersebut mengalami lonjakan signifikan.
"PR yang terbesar kita ada di Kalteng masih ya. Dari 643 sekarang 673, jadi naiknya tinggi sekali kalau kita bandingkan dengan Riau tadi, Jambi. Kedua Kalbar ya, juga dari 50 naik ke 167," tuturnya.
Atas kondisi tersebut, Menhut bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengintensifkan pemantauan langsung ke lapangan guna menanggulangi karhutla di wilayah terdampak.
"Jadi hampir tiap hari saya bersama Bapak Kepala BNPB turun ke lapangan. Ini saya baru pulang dengan Pak Kepala BNPB juga dari Kalteng dan Kalsel ya. Tapi saya kira konsentrasi utama kita memang masih di Kalteng dan Kalsel ya," tegasnya.
Prabowo Minta Laporan Berkala
Eskalasi karhutla di Kalimantan sebelumnya juga mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto melalui rapat terbatas hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan Presiden meminta laporan berkala terkait titik api di Sumatra dan Kalimantan secara menyeluruh.
Dalam rapat tersebut, Kepala BNPB Suharyanto melaporkan sebanyak 209,78 hektare lahan masih dalam proses pemadaman intensif.
Sebagai langkah penanganan lanjutan, pemerintah menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang ditargetkan berlangsung hingga musim hujan kembali normal.