Emiten BYAN Cabut Force Majeure Setelah RKAB 2026 Disetujui

Anak usaha Bayan Resources (BYAN) dapat segera melaksanakan kegiatan operasional pertambangan batu bara setelah mendapatkan persetujuan RKAB.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 September 2026, 13:38 WIB
Pertambangan PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Foto bayan.com.sg

Liputan6.com, Jakarta - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencabut keadaan atau kejadian yang bersifat memaksa (keadaan kahar/force majeure) pada Rabu, 23 September 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/9/2026), PT Bayan Resources Tbk, PT Tiwa Abadi (TA), PT Tanur Jaya (TJ), dan PT Fajar Sakti Prima yang merupakan anak usaha perseroan menyampaikan pencabutan atas kejadian yang bersifat memaksa (keadaan kahar/force majeure) terhadap kewajiban pemenuhan penyediaan batu bara berdasarkan perjanjian penyediaan batu bara kepada pelanggannya.

"TA, TJ dan FSP telah menerima persetujuan lengkap atas perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada 23 September 2026,” tulis Direktur PT Bayan Resources Tbk Alastair McLeod dan Alexander Ery Wibowo.

Perseroan menyatakan, dengan diterimanya persetujuan atas perubahan RKAB Tahun 2026, TA, TJ, dan FSP dapat kembali melakukan persiapan kegiatan operasional pertambangan batu bara dan perseroan sebagai produsen batu bara melalui anak-anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan batu bara dapat kembali melaksanakan kegiatan pengangkutan dan penjualan batu bara.

“Perseroan mengharapkan TA, TJ dan FSP dapat segera melaksanakan kegiatan operasional pertambangan batu bara sehingga mempunyai dampak yang positif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, berdasarkan data RTI, saham BYAN ditutup turun 1,22% menjadi Rp 12.150 per saham. Harga saham BYAN dibuka menguat 50 poin menjadi Rp 12.350 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 12.300 per saham. Saham BYAN berada di level tertinggi Rp 12.550 dan terendah Rp 11.875 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.783 kali dengan volume perdagangan 15.582 saham. Nilai transaksi harian Rp 19,1 miliar.

Direktur Bayan Resources Lepas 185.200 Saham BYAN

Pertambangan PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Foto bayan.com.sg

Sebelumnya, Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Alastair Gordon Christopher McLeod melepas saham BYAN pada 21 September 2026. Dari penjualan saham itu, ia memperoleh dana Rp 2,47 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (23/9/2026), Alastair Gordon Christopher McLeod melepas 185.200 saham BYAN dengan harga Rp 13.352 pada 21 September 2026. Dengan demikian, ia memperoleh dana sekitar Rp 2,47 miliar.

“Tujuan transaksi penjualan dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi, ia memiliki 3.814.800 saham BYAN atau setara 0,01%. Sebelumnya, ia memiliki 4.000.000 saham BYAN atau setara 0,01%.

Berdasarkan data RTI, saham BYAN ditutup anjlok 9,71% menjadi Rp 11.850 per saham. Harga saham BYAN dibuka stagnan di Rp 13.125 per saham. Saham BYAN berada di level tertinggi Rp 13.575 dan terendah Rp 11.800 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.124 kali dengan volume perdagangan saham 77.856 saham. Nilai transaksi Rp 97,4 miliar.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya