BRI Raih Katadata ESG Insight Award 2026, Pemberdayaan UMKM Jadi Penguat Kinerja Sosial

BRI meraih KESGI Award 2026 kategori Sosial sektor Perbankan berkat konsistensi mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 24 September 2026, 10:39 WIB
BRI Raih Katadata ESG Insight Award 2026. Foto dok. BRI

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mendapat apresiasi atas penerapan prinsip keberlanjutan dalam menjalankan bisnis. Kali ini, perseroan meraih penghargaan kategori Sosial sektor Perbankan dalam Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (17/9).

Pencapaian BRI ditentukan berdasarkan KESGI Scoring 2026, penilaian terhadap kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan yang mencakup 13 sektor industri.

Metodologi yang digunakan mencakup tiga pilar utama, yakni Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola. Penilaian kemudian dijabarkan dalam 15 topik dengan lebih dari 150 indikator kontekstual untuk setiap sektor. Panel ahli ESG senior turut dilibatkan dalam proses penyusunan dan validasi metodologi tersebut.

 

BRI Raih Katadata ESG Insight Award 2026. Foto dok. BRI

Direktur Legal & Compliance BRI Mahdi Yusuf mengatakan penghargaan ini menjadi dorongan bagi perseroan untuk terus memperkuat implementasi aspek sosial dalam kegiatan bisnis. Salah satu fokusnya adalah memperluas akses terhadap layanan keuangan yang berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Bagi BRI, aspek sosial dalam penerapan ESG tidak berhenti pada bagaimana memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Tantangan berikutnya adalah memastikan akses tersebut mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan kapasitas usaha, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh dan naik kelas. Karena itu, BRI terus mendorong agar inklusi keuangan dapat berkembang menjadi pemberdayaan yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” ujar Mahdi.

Kredit UMKM BRI Capai Rp1.235,4 Triliun

Komitmen tersebut sejalan dengan karakteristik bisnis BRI yang berfokus pada pemberdayaan segmen mikro, kecil, dan menengah. Melalui ekosistem layanan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, BRI tidak hanya menyediakan akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas serta produktivitas pelaku usaha.

Hingga akhir triwulan II 2026 tercatat penyaluran kredit BRI mencapai Rp1.645,5 triliun atau tumbuh 16,2% secara yoy. Sebagai bank yang berfokus pada segmen UMKM dan ekonomi kerakyatan, BRI terus mempertahankan dominasi segmen UMKM dalam portofolio kreditnya. Portofolio segmen UMKM masih mendominasi penyaluran kredit BRI dan tumbuh 8,6% yoy menjadi Rp1.235,4 triliun.

Salah satu penguatan dampak sosial tersebut dijalankan melalui ekosistem Holding Ultra Mikro (UMi) bersama Pegadaian dan PNM. Hingga triwulan II 2026, ekosistem Holding UMi telah melayani sekitar 33,8 juta debitur aktif. Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan sekaligus membangun jalur pemberdayaan bagi masyarakat dari segmen ultra mikro menuju layanan keuangan dan kapasitas usaha yang lebih luas.

Di sisi pemberdayaan UMKM, BRI juga menjalankan berbagai program yang mengintegrasikan akses pembiayaan dengan peningkatan kapasitas usaha. Program tersebut antara lain Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, Rumah BUMN, serta platform LinkUMKM yang memberikan akses terhadap berbagai modul dan program pengembangan usaha.

Pengakuan KESGI Award 2026 melengkapi berbagai upaya BRI dalam memperkuat penerapan ESG secara terintegrasi. BRI memandang keberlanjutan bukan sebagai agenda yang terpisah dari bisnis, tetapi menjadi bagian dari bagaimana perusahaan mengelola pertumbuhan, risiko, serta dampak yang dihasilkan bagi pemangku kepentingan.

Co-founder dan Chief Content Officer Katadata Heri Susanto mengungkapkan penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas pencapaian perusahaan-perusahaan di bidang keberlanjutan, sekaligus titik awal. “Dengan mengetahui posisi masing-masing, kita bisa terus mendorong sustainability yang lebih baik," ujar Heri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya