Arkeolog Temukan 934 Koin Perak Romawi di Jerman

Apa hal spesial dari koin perak zaman Romawi yang ditemukan arkeolog Jerman?

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 25 September 2026, 21:30 WIB
Penemuan Koin dari Tahun 148 Sebelum Masehi (AP/Rolf Vennenbernd/dpa)

Liputan6.com, Berlin - Seorang arkeolog amatir yang menemukan banyak koin perak Romawi di sebuah lahan di Jerman barat menyadari bahwa ia sudah menemukan sesuatu yang lebih besar ketika alat pendeteksi logamnya terus berbunyi.

Dikutip dari AP News, Jumat (25/9/2026), menurut kantor yang bertanggung jawab atas situs-situs arkeologi, Oliver Riedl menghubungi pihak berwenang untuk meminta bantuan dan sekelompok ahli yang langsung melakukan penggalian menemukan total 934 koin perak denarius (denarii) Romawi. Ini adalah penemuan harta karun koin terbesar di Jerman dari masa Kaisar Romawi Hadrianus.

"Saya yakin ada sesuatu yang lebih besar terkubur di sini," tutur Riedl, menjelaskan bagaimana alat pendeteksi logamnya terus berbunyi bahkan setelah ia sudah menemukan beberapa koin dekat Wesseling, Cologne selatan, satu tahun yang lalu.

Kumpulan koin tersebut, yang memiliki berat 3,1 kilogram, mulai dipamerkan di LVR-LandesMuseum Bonn di hari Selasa.

Menurut kantor LVR untuk Pelestarian Monumen Arkeologi di Rhineland, koleksi koin tersebut kemungkinan sengaja dikubur pada kuartal kedua abad ke-2 Masehi.

"Kita hanya bisa mengira-ngira untuk alasannya, tapi sangat mungkin seseorang ingin menjaga uang-uang ini dengan aman. Lagipula, pada masa itu belum ada bank," tutur arkeolog negara bagian dan direktur kantor tersebut, Erich Classen.

Classen menyebutkan bahwa belum jelas kenapa harta karun ini tidak pernah ditemukan sebelumnya. Ia juga menambahkan bahwa "mungkin pemiliknya meninggal sebelum hal itu terjadi, tanpa sempat mewariskan pengetahuan tentang koin-koin tersebut."

 

Jarang Penemuan dari Abad Ke-2 dengan Luas Serupa

Koin Romawi Kuno Dipamerkan di LVR State Museum di Bonn, Jerman (AP/Rolf Vennenbernd/dpa)

Penemuan harta karun dari zaman Romawi kuno atau era-era lampau lainnya bukan hal yang jarang terjadi. Namun, menurut kantor arkeolog setempat, hanya sedikit penemuan dari abad ke-2 yang seluas yang ditemukan di Wesseling. Mereka menambahkan bahwa sulit untuk memperkirakan nilai koin-koin tersebut di masa itu.

Namun, gaji prajurit legiun Romawi, yang tercatat dengan baik dalam sumber-sumber tertulis, bisa menjadi acuan.

"Di masa itu, seorang prajurit biasa di legiun mendapatkan 300 denarii selama satu tahun. Namun, sekitar setengahnya dipotong untuk biaya makan dan perlengkapan," ujar peneliti di kantor arkeologi, Rahel Otte.

"Seorang prajurit legiun harus menabung seluruh pendapatan bersihnya selama sekitar enam tahun untuk mengumpulkan jumlah yang ditemukan di Wesseling," jelas Otte. Ia menambahkan sampai saat ini masih belum jelas siapa sebenarnya yang pada akhirnya mengumpulkan kekayaan yang sangat besar ini.

Wilayah Cologne dulunya di bawah kekuasaan Romawi kira-kira dari tahun 39 SM hingga 459 M. Bangsa Romawi membangun kehadiran mereka di wilayah tersebut di bawah pimpinan Jenderal Marcus Vipsanius Agrippa untuk mengamankan perbatasan kekaisaran mereka di sepanjang Sungai Rhine. Mereka mendirikan pos militer yang nantinya menjadi Colonia Agrippina, yang sekarang dikenal sebagai Cologne.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya