Liputan6.com, Jakarta - Sebulan lebih sejak kepergian aktris Hollywood Hayden Panettiere yang ditemukan tak sadarkan diri di sebuah apartemen, tim pemeriksa medis akhirnya berhasil menemukan penyebab kematian sang bintang film Nashville tersebut.
Dilansir oleh E! News pada Selasa (22/9/2026), Kantor Koroner Wilayah Greenville menetapkan bahwa ia meninggal karena pengaruh obat-obatan dalam tubuhnya di usia 36 tahun pada 16 Agustus lalu.
Advertisement
"Penyebab kematian telah dinyatakan sebagai efek toksik dari fentanyl, 4-ANPP, Alprazolam, Methocarbamol, dan Quetiapine," begitu bunyi pernyataannya. “Cara kematiannya dipastikan sebagai kecelakaan.”
Mereka juga melaporkan bahwa tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan trauma dan dapat menyebabkan kematian dari hasil otopsi aktris kelahiran Palisades tersebut.
“Pada otopsi tidak ditemukan tanda-tanda trauma yang dapat menyebabkan kematian,” tulisnya.
Hayden memulai kariernya sejak usia sangat muda, tampil di sejumlah sinetron sebelum melejit lewat perannya sebagai Claire Bennet di Heroes dan Juliette Barnes di Nashville. Ia juga dikenal lewat film Remember the Titans, Ice Princess, serta waralaba Scream.
Terbuka soal Perjuangannya Melawan Kecanduan
Sementara itu, sebelum kematiannya, Hayden sudah terbuka tentang perjuangannya melawan kecanduan. Lalu bagaimana ketika kecanduan itu semakin parah saat ia mengalami depresi pascamelahirkan setelah kelahiran putrinya, Kaya, pada tahun 2014 lalu.
Dalam memoarnya pada tahun 2026 yang bertajuk This Is Me: A Reckoning, ia juga merincikan masalahnya dengan opioid dan alkohol. Sampai ia pun menulis bahwa seorang dokter telah memperingatkannya, “Jika saya tidak berhenti minum, saya akan mati dalam lima tahun.”
Pesan Hayden Panettiere kepada Temannya Sebelum Berpulang
Seperti yang diberitakan sebelumnya, lewat akun Instagram pribadinya, Clayton Johnson, teman mendiang mengungkap pesan terakhir yang ia terima dari sang aktris yang berisi tentang kepedulian mendiang tentang perdamaian dunia.
“Sudah beberapa minggu sejak panggilan telepon terakhir kita, tapi yang terakhir kamu kirim adalah ‘Sejujurnya, orang pikir meminta perdamaian dunia adalah sebuah lelucon, tapi itu adalah aku,’” tulis Clayton di Instagram, seperti dilansir dari E! News pada Selasa (18/8/2026).
Setelah mengungkap pesan terakhir yang dikirimkan mendiang untuknya, Clayton menanggapi pesan dari Hayden dengan mengatakan bahwa mendiang memang peduli dengan perdamaian dunia.
“Itulah dirimu secara singkat,” kata dia.
Ia juga menuliskan rasa syukurnya telah mengenal dan membangun memori dengan Hayden. “Aku bersyukur bisa kenal denganmu, dan aku akan selalu bersyukur atas segala kenangan,” lanjut Clayton.
Clayton Johnson Mendoakan Mendiang Hayden Panettiere
Hayden yang berpulang tepat 3 tahun menyusul adiknya, Jansen Panettiere, membuat Clayton Johnson menelaah dan merenung tentang hal itu. “Aku menghabiskan malam kemarin mencoba untuk memproses, mencoba menemukan kata-kata yang tepat, tetapi sebenarnya tidak ada," kata Clayton.
Ia juga menuliskan doanya agar sang mendiang beristirahat dengan tenang bersama sang adik. “Aku doakan kamu tenang dan berkumpul kembali dengan Jansen,” tulis Clayton.