Cegah Penyelundupan, Prabowo Minta Bea Cukai Perketat Perbatasan dan Pesisir

Bea Cukai akan menambah peralatan serta memperketat satuan tugas (satgas) di lapangan.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 22 September 2026, 18:19 WIB
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi untuk memperketat pengawasan di wilayah perbatasan dan pesisir.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyelundupan barang ilegal, seperti narkoba hingga balpres pakaian bekas impor.

"Dipanggil disuruh memperketat perbatasan dan wilayah pesisir. Dari penyelundupan barang-barang ilegal maupun barang-barang yang dilarang," kata Djaka usai menghadap Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

"Ya narkoba, balpres, dan sebagainya yang bentuknya terlarang ya," sambungnya.

Djaka menjelaskan Bea Cukai akan menambah peralatan serta memperketat satuan tugas (satgas) di lapangan untuk mencegah barang ilegal masuk ke wilayah Indonesia.

 

Selat Malaka jadi Perhatian

Pengawasan terutama akan diperkuat di Selat Malaka yang menjadi salah satu titik krusial masuknya barang ilegal melalui jalur laut.

"Ya di sepanjang laut Selat Malaka kan kita ada pangkalan sarana operasi kan, di situ kita ada beberapa, ada sekitar hampir seratus lebih kapal ya, nanti kita akan, akan berdayakan semua," jelas dia.

Kendati demikian, Djaka menuturkan pelaksanaan penguatan pengawasan tersebut bergantung pada ketersediaan anggaran. Menurut dia, Ditjen Bea dan Cukai telah mendapatkan tambahan anggaran untuk pengadaan peralatan.

"Ya kita sudah dikasih penambahan anggaran kemarin pada saat rapat di badan anggaran," ucap Djaka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya