Chelsea dan 10 Rekrutan Barunya: Siapa yang Sudah Bersinar?

Chelsea membawa 10 pemain baru pada musim ini. Berikut evaluasi singkat performa para rekrutan Xabi Alonso setelah awal musim yang belum konsisten.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 22 September 2026, 11:13 WIB
Gelandang asal Inggris milik Chelsea, Morgan Rogers (nomor punggung 17), merayakan gol pembuka bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan persahabatan pramusim antara Chelsea dan Real Sociedad di Stamford Bridge, London, pada 15 Agustus 2026. (Adrian Dennis/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Chelsea menjalani awal musim yang belum sepenuhnya meyakinkan di bawah Xabi Alonso. Dari lima pertandingan Premier League, The Blues meraih dua kemenangan dan dua hasil imbang, sementara persoalan di lini belakang masih menjadi pekerjaan besar.

Situasi tersebut semakin menarik karena Alonso harus membentuk tim dengan banyak wajah baru. Total 10 pemain datang pada musim panas dan masing-masing menghadapi tantangan berbeda untuk mendapatkan tempat di skuad utama.

Ada pemain yang langsung memberikan kontribusi, ada pula yang bahkan belum menjalani debut. Perbedaan tersebut memperlihatkan bagaimana proses adaptasi para rekrutan Chelsea sejauh ini.


Morgan Rogers Langsung Memberi Dampak

Wasit Inggris Andrew Madley (kanan) mendengarkan pemain Chelsea, Pedro Neto (tengah), dan Morgan Rogers (kiri), dalam pertandingan Premier League antara Brentford dan Chelsea di Gtech Community Stadium, London, Sabtu (19/9/2026) dini hari WIB. (Glyn KIRK / AFP)

Morgan Rogers menjadi salah satu pemain baru yang paling cepat menyatu dengan permainan Chelsea. Ia sudah mencatat tiga gol dan empat assist dalam tujuh penampilan.

Rogers menjadi bagian penting dari lini depan bersama Pedro dan Cole Palmer. Permainannya membantu Chelsea tampil agresif dan membuatnya berpeluang menjadi salah satu rekrutan paling berpengaruh pada akhir musim.

Nilai transfernya yang mencapai £117 juta (sekitar Rp2,79 triliun) memang membawa tekanan besar. Namun, kontribusi awal Rogers menunjukkan bahwa ia mampu memberikan peningkatan nyata untuk tim.


Welbeck dan Chavarría Melebihi Ekspektasi

Striker Chelsea, Danny Welbeck, merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya dalam laga antara Chelsea and Luton Town pada putaran kedua Carabao Cup 2026/2027 di Stamford Bridge, Jumat (28/8/2026) dini hari WIB. (CARLOS JASSO / AFP)

Danny Welbeck juga memberikan kontribusi positif meski datang sebagai pelapis João Pedro. Penyerang berusia 35 tahun itu mencetak tiga gol dalam dua penampilan sebagai starter di Carabao Cup.

Welbeck belum mampu melanjutkan produktivitas tersebut ketika tampil di Premier League melawan Brentford. Namun, perannya sebagai pemain pelapis sudah berjalan sesuai harapan.

Pep Chavarría juga menjadi kejutan menarik. Bek kiri berusia 28 tahun itu awalnya datang tanpa ekspektasi besar, tetapi energi dan keberaniannya membuat sebagian pendukung Chelsea ingin melihatnya lebih sering menjadi starter.


Lacroix dan Martinez Masih Dicari Konsistensinya

Kiper Chelsea asal Argentina, Emiliano Martínez, melambaikan tangan kepada para suporter seusai pertandingan Liga Inggris antara Chelsea dan Brighton and Hove Albion di Stamford Bridge, London, pada Minggu (30/8/2026). (Adrian Dennis / AFP)

Maxence Lacroix sudah tampil tujuh kali dan mendapat tanggung jawab besar di lini belakang. Ia sempat tampil solid ketika menghadapi Fulham dan Brighton, tetapi beberapa penampilan berikutnya membuat penilaiannya kembali berimbang.

Emiliano Martínez juga belum tampil buruk, tetapi belum memberikan perubahan besar dibandingkan Robert Sánchez. Ia sudah tampil empat kali, sementara Chelsea kebobolan 10 gol dalam empat pertandingan.

Lanjut Baca:

Martínez didatangkan untuk memberikan pengalaman dan ketenangan di belakang. Namun, selama pertahanan Chelsea masih mudah kebobolan, performanya akan terus mendapat perhatian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya