Liputan6.com, Jakarta - Browser Safari bawaan iPhone dikenal lebih menjaga privasi pengguna dibandingkan Google Chrome. Banyak pengguna menggunakan Safari sebagai alternatif karena tidak ingin menyerahkan seluruh riwayat aktivitas mereka kepada Google.
Secara bawaan, Safari akan otomatis memblokir cookie pihak ketiga menggunakan kecerdasan buatan (machine learning) untuk membatasi pelacakan lintas situs, menyembunyikan alamat IP dari pelacak yang dikenal, serta menghapus informasi identitas dari URL tertentu.
Advertisement
Dilansir Engadget, Rabu (23/9/2026), semua fitur ini penting guna memutus akses penyedotan data saat pengguna mengunjungi situs, melakukan pencarian, berbelanja, hingga profil pengguna.
Namun, disebutkan Safari tidak setara dengan VPN berkualitas, sehingga fitur privasi tersebut menjadi dipertanyakan.
Privasi vs Keamanan
Privasi dan keamanan merupakan dua konsep berbeda. Privasi berfokus pada bagaimana informasi pribadi pengguna dikumpulkan dan digunakan. Sementara keamanan lebih ke bagaimana cara melindungi data pengguna dari peretas.
Fitur privasi Safari bekerja untuk mencegah pengiklan mengenali pengguna saat berpindah dari satu situs ke situs lain. Fitur Private Browsing menambah lapisan perlindungan dengan menyembunyikan IP dan memblokir pelacak.
Safari juga mendukung passkey seperti Face ID atau Touch ID yang kebal terhadap phishing. Selain itu, Apple Pay pun terintegrasi ke dalam Safari, sehingga tidak perlu mengetik nomor kartu kredit secara manual.
Kekurangan Safari
Tetapi, Safari bukan berarti tidak tembus peretasan. Situs web masih dapat melihat informasi untuk menampilkan halaman yang sedang dibuka, seperti perkiraan lokasi. Pengaturan bawaan Safari memang membuat pengguna iPhone secara tidak sadar membagikan data mereka.
Terlebih, Safari tidak bisa memverifikasi keaslian situs dan tidak akan mencegah pengguna memasukkan kredensial akun di situs penipuan yang serupa dengan aslinya.
Fitur Private Browsing juga tidak menyembunyikan aktivitas pengguna dari penyedia jasa internet (ISP) maupun dari situs tempat pengguna login. Dengan kata lain, Safari tidak bisa melindungi pengguna dari keputusan mereka sendiri.
Safari vs Chrome dan Brave di iPhone
Perbedaan privasi antar-browser pada iPhone mungkin tidak sebesar yang diklaim dalam pemasaran. Apple mewajibkan semua browser pihak ketiga seperti Chrome, Firefox, dan Brave menggunakan mesin rendering WebKit milik Safari untuk wilayah di luar Uni Eropa.
Brave bisa menjadi alternatif jika ingin pemblokir iklan dan pelacak yang lebih agresif. Brave memiliki fitur seperti Brave Search, berfokus pada privasi dan tidak mengumpulkan data apapun saat pengguna melakukan pencarian.
Hal ini berbeda dengan Safari yang masih mengandalkan Google sebagai mesin pencari bawaan. Selain itu, Brave juga menawarkan layanan berlangganan VPN/firewall opsional.
Tidak seperti Safari, Chrome secara otomatis menonaktifkan fitur perlindungan dan memerlukan pengguna mengaktifkannya secara manual.
Kesimpulan
Bagi pengguna iPhone, Safari merupakan pilihan terbaik. Ada nilai lebih dalam menggunakan browser yang dibuat langsung oleh perusahaan ponsel tersebut. Namun, jika ingin kendali lebih dan pemblokiran iklan lebih ketat, Brave atau ekstensi pemblokir konten tambahan dapat menjadi alternatif.
Sebagai catatan, semua privasi dalam browser tidak ada yang sempurna, sehingga pengguna perlu waspada dari celah privasi tersebut.