Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada awal perdagangan Selasa (22/9/2026). IHSG sempat mengalami tekanan sebelum akhirnya kembali membalas ke zona hijau.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik ke posisi 6.392,33 dari penutupan perdagangan sebelumnya di angka 6.384,72. Namun, pada pukul 09.07 WIB, IHSG sempat mengalami tekanan hingga turun tipis 0,03% ke level 6.378,27.
Advertisement
Saat dipantau pada pukul 09.11 WIB, IHSG kembali menghijau dengan naik 0,34% ke level 6.406,15. Sementara itu, indeks saham LQ45 tergelincir 0,29% ke posisi 635. Sebagian besar indeks saham acuan berada di zona hijau.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.412,67 dan level terendah 6.378,27.
Sebanyak 240 saham menguat sehingga mampu menahan koreksi IHSG. Sementara itu, 222 saham melemah dan 233 saham stagnan.
Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 200.587 kali dengan volume perdagangan mencapai 2,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham berada di angka Rp 1,2 triliun. Di sisi lain, posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran US$ 1 setara Rp 17.880.
Sebagian besar sektor saham berada di zona hijau, dengan hanya satu sektor yang melemah, yaitu sektor kesehatan. Penguatan tertinggi dipimpin oleh sektor cyclical yang naik 1,20%, disusul sektor basic dengan kenaikan 0,64%.
Prediksi IHSG Hari Ini
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Selasa, (22/9/2026). IHSG hari ini rawan kembali menguji 6.290-6.370. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG melanjutkan pelemahan sebesar 0,88% ke 6.384, dan masih didominasi tekanan jual pada perdagangan saham Senin, 21 September 2026.
"Kami perkirakan, IHSG masih berada pada bagian dari wave iv dari wave ©pada label hitam, sehingga IHSG masih rawan menguji kembali 6.290-6.370,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.
Namun, ia menuturkan, selama IHSG masih mampu berada di atas 6.370, masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.541-6.581 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.
Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.371,6.279 dan level resistance 6.585,6.633.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 6.320-6.535.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), dan PT Astraindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Astra International Tbk (ASII) - Trading Buy
Saham ASII terkoreksi ke 4.820 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, tetapi masih tertahan oleh MA20. “Kami memperkirakan, posisi ASII saat ini berada di awal wave [c] dari wave B pada label hitam,” ujar Herditya.
Trading Buy: 4.790-4.820
Target Price: 4.990, 5.200
Stoploss: below 4.770
2.PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) - Buy on Weakness
Saham BBNI terkoreksi 0,82% ke 3.620 dan masih didominasi oleh tekanan jual, koreksinya pun tertahan oleh MA60. Herditya menuturkan, pihaknya perkirakan, posisi BBNI saat ini berada pada bagian dari wave (c) dari wave [b].
Buy on Weakness: 3.440-3.550
Target Price: 3.720, 3.880
Stoploss: below 3.400
3.PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Buy on Weakness
Saham DEWA terkoreksi 1,62% ke 364 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Saat ini, kami perkirakan posisi DEWA berada pada bagian dari wave C dari wave (B),” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 334-352
Target Price: 396, 434
Stoploss: below 326
4.PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) - Buy on Weakness
Saham HRTA terkoreksi 3,18% ke 2.130 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi HRTA saat ini berada pada bagian dari wave (c) dari wave [a] pada label hitam,” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 2.040-2.100
Target Price: 2.250, 2.380
Stoploss: below 2.000