IHSG Menguji Posisi 6.370, Simak Rekomendasi Saham Analis 22 September 2026

Analis memprediksi, selama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di atas 6.370, IHSG berpeluang naik. Berikut strategi rekomendasi saham.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 22 September 2026, 07:00 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Selasa, (22/9/2026). IHSG hari ini rawan kembali menguji 6.290-6.370. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melanjutkan pelemahan sebesar 0,88% ke 6.384, dan masih didominasi tekanan jual pada perdagangan saham Senin, 21 September 2026.

"Kami perkirakan, IHSG masih berada pada bagian dari wave iv dari wave ©pada label hitam, sehingga IHSG masih rawan menguji kembali 6.290-6.370,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Namun, ia menuturkan, selama IHSG masih mampu berada di atas 6.370, masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.541-6.581 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.371,6.279 dan level resistance 6.585,6.633.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 6.320-6.535.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), dan PT Astraindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Astra International Tbk (ASII) - Trading Buy

Saham ASII terkoreksi ke 4.820 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, tetapi masih tertahan oleh MA20. “Kami memperkirakan, posisi ASII saat ini berada di awal wave [c] dari wave B pada label hitam,” ujar Herditya.

Trading Buy: 4.790-4.820

Target Price: 4.990, 5.200

Stoploss: below 4.770

 

2.PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) - Buy on Weakness

Saham BBNI terkoreksi 0,82% ke 3.620 dan masih didominasi oleh tekanan jual, koreksinya pun tertahan oleh MA60. Herditya menuturkan, pihaknya perkirakan, posisi BBNI saat ini berada pada bagian dari wave (c) dari wave [b].

Buy on Weakness: 3.440-3.550

Target Price: 3.720, 3.880

Stoploss: below 3.400

 

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Buy on Weakness

Saham DEWA terkoreksi 1,62% ke 364 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Saat ini, kami perkirakan posisi DEWA berada pada bagian dari wave C dari wave (B),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 334-352

Target Price: 396, 434

Stoploss: below 326

 

4.PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) - Buy on Weakness

Saham HRTA terkoreksi 3,18% ke 2.130 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi HRTA saat ini berada pada bagian dari wave (c) dari wave [a] pada label hitam,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 2.040-2.100

Target Price: 2.250, 2.380

Stoploss: below 2.000

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 21 September 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan saham, Senin, (21/9/2026). Koreksi IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan nilai transaksi harian saham di bawah Rp 15 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini merosot 0,88% menjadi 6.384,72. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,93% menjadi 634,29. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG bergerak volatile pada hari ini dan ditutup kembali terkoreksi.

“Kami mencermati, masih adanya tekanan dari global di mana beberapa bank sentral telah menaikkan suku bunga acuannya dan diperkirakan hal ini menandakan tightening cycle ke depannya akibat adanya inflasi energi,” ujar Herditya, saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, di sisi lain memanasnya kondisi Rusia Ukraina dan Timur Tengah juga menjadi sentimen tersendiri bagi pergerakan IHSG.

“Kami juga mencermati adanya wait and see pasar menjelang RDG BI, apakah BI rate juga akan ikutan naik atau cenderung stay serta pergerakan nilai tukar Rupiah yang masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat,” kata Herditya.

 

 

Sektor Saham

Layar komputer menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.451,33 dan terendah 6.381,57. Sebanyak 354 saham melemah sehingga bebani IHSG. 280 saham menguat dan 156 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.833.093 kali dengan volume perdagangan saham 26,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.825.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham kesehatan naik 0,21% dan sektor saham transportasi bertambah 0,55%. Sementara itu, sektor saham infrastruktur melemah 1,38%, dan catat koreksi terbesar.

Sektor saham energi terpangkas 0,93%, sektor saham basic tergelincir 0,88%, sektor saham industri merosot 0,82%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,94%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 0,45%. Lalu sektor saham keuangan melemah 0,36%, sektor saham teknologi turun 0,10%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya