Liputan6.com, Jakarta - Utang Prancis makin besar dan terus naik pada 2026. Utang Prancis akan mencapai level tertinggi sejak 1978 seiring defisit yang melonjak.
Hal itu disampaikan Kementerian Keuangan Prancis, dikutip dari Yahoo Finance, Senin (21/9/2026).
Advertisement
Sumber dari kementerian mengatakan kepada media, utang publik akan mencapai 119,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2026 dan 121,7% pada 2027. Angka ini lebih dari dua kali lipat batas acuan 60% dari PDB yang menjadi target bagi negara-negara anggota Uni Eropa (UE).
Menurut lembaga statistik Prancis, Insee, angka-angka tersebut belum pernah terjadi sebelumnya sejak 1978. Sumber tersebut mengatakan, peningkatan utang Prancis terjadi secara "otomatis" sebagai "konsekuensi dari defisit yang masih tinggi".
Prancis adalah negara dengan utang terbesar ketiga di zona euro, hanya berada di bawah Yunani dan Italia. Di Spanyol, utang turun di bawah 100% dari PDB pada Juli, sementara Portugal berhasil menurunkan utangnya hingga di bawah 90% dari PDB pada 2025.
Berdasarkan aturan UE, defisit publik, yaitu selisih tahunan antara pendapatan dan pengeluaran seharusnya tidak melebihi 3% dari PDB. Namun, tahun lalu angka tersebut mencapai 5,1% dari PDB, dan pemerintah memperkirakan angka itu mencapai 5,4% tahun ini.
Prancis, yang telah berada di bawah pengawasan khusus UE selama dua tahun terakhir akibat tingginya angka-angka tersebut, memperkirakan defisitnya akan turun menjadi 5% pada 2027. Pada tahun depan di mana negara itu akan menggelar pemilihan umum untuk memilih presiden dan pemerintahan berikutnya.
Pemerintah telah menyerahkan rancangan langkah-langkah anggaran 2027 kepada lembaga pengawas fiskal independen, Dewan Tinggi Keuangan Publik (HCFP), untuk mengevaluasi kelayakannya dari sisi makroekonomi.
Pemangkasan Besar-besaran pada 2027
Saat memaparkan rancangan anggaran pada Kamis pekan lalu, Perdana Menteri Sebastian Lecornu mengatakan pemerintah berencana melakukan penyesuaian dan pemangkasan senilai 54 miliar euro atau Rp 1.108 triliun (asumsi kurs euro terhadap rupiah 20.520) (US$ 62 miliar) dalam anggaran 2027.
Namun, mengingat akan diadakannya pemilihan umum, ia menyerahkan keputusan mengenai beberapa langkah yang lebih sensitif kepada parlemen, seperti usulan pemerintah untuk mengurangi keringanan pajak bagi pensiunan.
Ketua komite keuangan parlemen telah menyatakan keberatan, dengan alasan bahwa pemangkasan anggaran akan berdampak pada seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu, sehingga memberikan dampak terberat bagi kelompok masyarakat termiskin.
Akan tetapi, dalam sebuah wawancara dengan harian Le Parisien, ketua HCFP mengatakan, masih ada waktu untuk memperbaiki arah kebijakan tersebut. "Krisis tersebut tidaklah pasti atau tak terelakkan, dan itu juga bukan satu-satunya kemungkinan hasil akhir," ujar Amelie de Montchalin.
"Prancis tidak akan hancur, asalkan langkah-langkah yang diambil dilakukan secara cepat dan bertanggung jawab," ia menambahkan.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2026 baru-baru ini direvisi turun, seiring dengan melemahnya belanja konsumen serta yang terjadi belakangan ini lonjakan harga energi akibat konflik antara AS-Israel dan Iran.